IQNA

9:47 - January 25, 2016
Berita ID: 3470101
BELANDA (IQNA) - Ketegangan atas krisis para pengungsi di sebuah kota Belanda, pasca aksi delegasi sayap kanan ekstrem parlemen negara ini untuk distribusi semprotan merica (Pepper Spray) di kalangan para wanita semakin meningkat.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Press TV, Geert Wilders, wakil "Partai untuk Kebebasan” di parlemen Belanda dalam menjustifikasi aksinya mengatakan, para wanita dapat membela dirinya di hadapan para lelaki muslim.

"Belanda harus menutup perbatasan-perbatasannya,” ucapnya.

Membawa semprotan merica di Belanda dilarang; namun menurut penuturan delegasi parlemen tersebut, para wanita harus diizinkan untuk membawanya untuk penjagaan dirinya.

Geert Wilders menggunakan pertemuan masyarakat kota Spijkenisse di barat Belanda pada hari Sabtu dan berupaya menyampaikan pesan anti Islamnya dengan distribusi semprotan merica ini, yang dipenuhi dengan warna merah.

Namun puluhan wanita memprotes aksi Geert Wilders dan menyebutnya Rasis.

Menurut penuturan media-media Belanda, kurang lebih 10 wanita ditangkap dalam demo tersebut.

Penyerangan kepada para wanita di kota Cologne Jerman pada tahun baru menyebabkan reaksi keras di tengah-tengah masyarakat Eropa, termasuk masyarakat Belanda.

Belanda yang memiliki 17 juta populasi, pada tahun 2015 menerima jumlah pengungsi terbanyak dalam sejarahnya.

Lebih dari satu juta pengungsi yang mana kebanyakan mereka dari negara-negara krisis Timur Tengah dan Utara Afrika, masuk ke Eropa pada tahun 2015.

Sementara menteri Uni Eropa, Senin (25/1) akan melakukan pertemuan dan dialog di Amsterdam-Belanda, terkait agenda perpanjangan kontrol perbatasan zona Uero.

Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, Rabu (20/1) di parlemen Eropa memperingatakan bahwa Uni Eropa memiliki kesempatan hanya sekitar dua bulan untuk menghadapi krisis para pengungsi; karena dengan tibanya musim semi, gelombang baru masuknya para pencari suaka akan dimulai.

Ketegangan di Belanda semakin meningkat karena aksi pemerintah negara ini untuk mewajibkan propinsi-propinsi negara untuk menyediakan tempat tinggal untuk ribuan pengungsi di negara ini.

Protes di sebagian negara-negara Belanda menentang markas-markas pengungsi berubah menjadi kerusuhan parah, dan sampai sekarang ini sejumlah orang ditangkap dan luka-luka.

Harian Belanda Trouw dengan bersandar pada sebuah berita yang bocor menulis, tahun ini jumlah pengungsi di Belanda akan meningkat menjadi 93 ribu orang.

Perlu diingat, Geert Wilders, wakil Islamofobia mejelis Belanda memublikasikan gambar-gambar kontroversional pada bulan Ramadhan tahun ini, dengan menistakan situs-situs Islam.

Publikasi karikatur yang menistakan Rasulullah (Saw) di Youtube oleh Geert Wilders terjadi setelah partai sayap kanan ekstrem Belanda mengupload karikatur tersebut dalam cannel TV pemerintah negara ini.

http://iqna.ir/fa/news/3469720

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\