IQNA

Al-Wefaq:

Masyarakat Internasional Mengambil Sikap atas Pengisoliran Ulama Bahrain

11:16 - February 21, 2016
Berita ID: 3470173
BAHRAIN (IQNA) - Himpunan Islam Wefaq Nasional Bahrain meminta masyarakat internasional, khususnya komisaris tinggi HAM PBB supaya mengambil sikap jelas dan ekplisit terhap pengisoliran para ulama religi negara ini oleh rezim Āl Khalifa.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Bahrain Mirror, Himpunan Al-Wefaq dengan menjelaskan bahwa eliminasi kewarganegaraan para ulama religi dan pengisoliran mereka bertentangan dengan konstitusi Bahrain dan undang-undang internasional, meminta masyarakat internasional khususnya para komisaris tinggi HAM PBB untuk mengambil sikap tegas tentang keputusan-keputusan tersebut.

Lebih lanjut, himpunan Bahrain tersebut menyebut hukuman isolasi Syaikh Mohammad Khojasteh, ulama religi terkemuka Bahrain, yang diafirmasi pada Kamis lalu oleh pengadilan pidana negara ini kontras dengan konstitusi dan undang-undang internasional.

"Syaikh Mohammad Khojasteh adalah tokoh nasional dan pelopor di Bahrain, yang memiliki banyak partisipasi dalam berbakti kepada tanah air, persatuan nasional dan juga penyadaran bangsa dan pengambilan keputusan ini adalah keliru, yang akan meningkatkan ketegangan dalam masyarakat,” tegas Al-Wefaq.

Lebih lanjut, himpunan Bahrain ini mengintroduksikan, pengisolasian Syaikh Mohammad Khojasteh dari Bahrain mengafirmasikan masalah ini, yaitu para pejabat Bahrain menentang kehendak internasional, yang mendasarkan pembukaan kanal-kanal baru dialog dengan para oposisi dan menciptakan solusi politik inklusif, karena keputusan ini akan memperburuk kondisi keamanan dan balasan para penentang.

Lebih lanjut, himpunan Al-Wefaq meminta pemuliaan dan penghormatan kepada para ulama religi sebagai ganti dari menarget dan aksi-aksi menindas mereka dan juga tidak menjegal hak-hak primer mereka dan menyebut hal tersebut kontras dengan nilai-nilai hak, kemanusiaan, moral dan agama.

Lebih lanjut, himpunan ini dengan menjelaskan bahwa eliminasi kewarganegaraan masyarakat dan aktivis Bahrain adalah sebuah aksi untuk menghukum para penuntut demokrasi, juga mengisyaratkan pengisolasian Ayatullah Syaikh Al-Najati, rohaniawan Syiah Bahrain dan mengintroduksikan, dengan berlalunya lebih dari satu tahun setengah pengisolasian Ayatullah al-Najati, namun ia masih tetap ada di hati rakyat Bahrain.

Salah satu pengadilan Bahrain tanggal 15 Mei menjatuhkan hukuman isolasi kepada Syaikh Mohammad Khojasteh, dimana pengadilan pidana Bahrain dalam pertemuan Kamis lalu (18/2) mengafirmasi hukuman tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3476942

captcha