IQNA

Presiden Indonesia:

Kesabaran Masyarakat Dunia di Hadapan Israel Telah Usai

7:54 - March 08, 2016
Berita ID: 3470215
JAKARTA (IQNA) – Ir. Joko Wododo, Presiden Indonesia, Senin pagi (7/3) dalam acara pembukaan pertemuan luar biasa para pemimpin negara Islam kelima di Jakarta menegaskan, kesabaran masyarakat dunia terhadap Israel sudah usai.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Al-Masri al-Youm, Joko Widodo dalam pertemuan luar biasa para pemimpin negara anggota OKI kelima dengan menjelaskan bahwa kesabaran masyarakat dunia di hadapan Israel telah usai, juga meminta supaya rezim penjajah tersebut supaya secepatnya menghentikan aktivitas dan kebijakan-kebijakan illegalnya di kawasan jajahan Palestina.

"Indonesia dan negara-negara Islam memiliki kesiapan penuh untuk mengambil langkah-langkah serius dan dirasakan untuk menekan Israel untuk mengakhiri penjajahannya di Palestina dan aksi sewenang-wenangnya di al-Quds al-Syarif,” imbuhnya.

Pertemuan luar biasa para pemimpin negara OKI kelima memulai kinerjanya Senin pagi, di markas konferensi Jakarta, dengan topik Palestina dan al-Quds al-Syarif dan dengan dihadiri para pemimpin negara, para pejabat tinggi dan menteri luar negeri anggota OKI.

Di antara para pejabat partisipan pertemuan tersebut adalah Ir. Joko Widodo, Presiden Indonesia; Umar al-Bashir, Presiden Sudan; Mamnun Hussain, Presiden Paksitan; Mahmoud Abbas, Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO); Sameh Soukry, Menteri Luar Negeri Mesir; Muhammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran; Deputi Perdana Menteri Qatar; Nurman Kurtulmus, Wakil Perdana Menteri Turki; Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Saudi; Menlu Afganistan, Bahrain, Tajikistan, Mauritania, Sierra Leone, dan demikian juga Iyad Amin Madani, Sekjen OKI.

Sebelumnya diumumkan bahwa Abdul Fattah as-Sisi, Presiden Mesir juga akan berpidato dalam acara pembukaan pertemuan tersebut, namun menteri luar negeri negara ini berpidato dalam pertemuan hari ini sebagai ketua OKI.

Menurut laporan media Mesir, para delegasi 49 negara anggota OKI yang jumlahnya mencapai 57 negara ikut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini terselenggara atas permintaan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan untuk mengkaji kondisi krisis kawasan terjajah Palestina.

http://iqna.ir/fa/news/3481360

captcha