IQNA

16:27 - March 02, 2017
Berita ID: 3471070
MYANMAR (IQNA) - Pasukan Myanmar dengan membela penindasan dan pembunuhan kaum muslim Rohingya, menolak laporan-laporan yang dipublikasikan tentang penganiayaan, penyiksaan, dan sejumlah kejahatan terhadap kaum muslim negara ini.
Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Reuters, pasukan Myanmar mengevaluasi sejumlah operasi penindasan terhadap muslim Rohingnya sebagai sebuah aksi hukum terhadap kerusuhan dan instabilitas dan menganggapnya wajar untuk membela negara.

Ini untuk pertama kalinya jenderal senior pasukan Myanmar secara langsung berbicara terkait tuduhan tentang pelanggaran HAM dalam aksi penindasan terhadap muslim Rohingya.

Para pakar PBB dengan memublikasikan sebuah laporan mengumumkan, aksi-aksi pasukan dan tentara keamanan Myanmar terhadap muslim Rohingya kemungkinannya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis.

Ketua staf gabungan pasukan Myanmar mengatakan, saya ingin katakan bahwa kami benar-benar gelisah atas tuduhan tak berdasar ini, saya sangat menyayangkan sejumlah kinerja bagus yang telah dilakukan pemerintah dan pasukan untuk mereka dan menutup mata atas aksi-aksi tersebut.

Ia mengklaim bahwa pasukan militer saat wawancara dengan warga desa sampai pada kesimpulan tidak ada penganiayaan sama sekali. Para pengamat internasional yang melakukan kunjungan ke sejumlah desa kawasan mengumumkan sama sekali tidak ada bukti akan kekerasan dan penganiayaan.

Statemen para pejabat tinggi militer Myanmar  menyalahi pendapat Yanghee Lee, duta HAM yang telah mengunjungi kamp para pengungsi Rohingya di tenggara Bangladesh, sebuah tempat dimana ribuan muslim Rohingya yang kabur dari penindasan pasukan Myanmar.

http://iqna.ir/fa/news/3579618

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\