IQNA

11:12 - April 03, 2017
Berita ID: 3471143
KANADA (IQNA) - Pasca aksi sebuah kelompok di universitas Ontario Kanada yang telah menyobek-nyobek naskah al-Quran, Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada mengecam fanatisme anti Islam.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Aljazirah Net, dalam merespon keputusan ThePeel District School Board yang mengizinkan pelaksanaan salat Jumat kepada para pelajar muslim, sebuah kelompok di Kanada menyobek lembaran-lembaran al-Quran.

Dalam insiden tersebut yang terjadi di universitas Ontario, yang terletak di pusat Kanada, sekitar 80 orang melontarkan slogan-slogan anti Islam.

Dalam hal ini, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dalam merespon penistaan kesucian al-Quran di Universitas Ontario mengatakan, kita harus serius melawan fanatisme.

"Pemerintah berupaya memahamkan masyarakat Kanada bahwa menghormati para tetangga adalah sebuah cara dimana negara Kanada saat ini perlu bergerak dalam rute tersebut,” imbuhnya.

Justin Trudeau lebih lanjut menegaskan urgensi saling menghormati dan membantu orang lain. Ia mengatakan, hal ini ada dalam senyawa genetik kami.

Insiden penyobekan lembaran-lembaran al-Quran terjadi pada tanggal 23 Maret di universitas Ontario Kanada dan dalam memprotes pelaksanaan salat Jumat di sekolah-sekolah pemerintah kawasan Peel dan dalam acara tersebut, sekitar 70 orang juga melontarkan slogan-slogan anti Islam.

Insiden ini terjadi ketika majelis umum Kanada juga pada hari Jumat (24/3) menyetujui sebuah undang-undang yang mengakibatkan dikecam dan dilarangnya Islamofhobia dan seluruh organisasi rasisme dan diskriminasi religi yang terkoordinir di negara ini.

Dewan sekolah kawasan Peel adalah sebuah kawasan edukasi yang terdiri dari 230 sekolah di kawasan Peel di Ontario Kanada, yang memberikan pelayanan kepada sekitar 155.000 pelajar dari TK sampai kelas 12.

http://iqna.ir/fa/news/3586282

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\