IQNA

21:38 - December 11, 2018
Berita ID: 3472727
NIGERIA (IQNA) - Komite Nasional Penanggulangan buta huruf di Nigeria, menyebutkan konflik agama dan rasial serta serangan kelompok-kelompok teroris seperti Boko Haram termasuk penghalang untuk pendidikan di negara tersebut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Aba Halado dalam pernyataan pers menyatakan, 70 juta warga Nigeria tidak lancar membaca dan menulis, dimana jumlah tersebut telah membentuk 35 persen dari populasi 200 juta negara ini.

Dia mengatakan 11 juta anak-anak di Nigeria kehilangan ruang kelas. “Jumlah orang yang buta huruf di negara ini lebih dari 70 juta, dimana 60 juta diantaranya adalah pemuda dan orang dewasa,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Komite Nasional Penanggulangan buta huruf di Nigeria lebih lanjut menambahkan, bangsa Afrika akan menjadi salah satu dari tiga negara terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk pada tahun 2050 dan pemerintah federal Nigeria dan negara-negara bagian, serta organisasi masyarakat sipil dan lembaga-lembaga internasional, akan mengambil langkah untuk mengatasi masalah buta huruf.”

“Ada hambatan untuk pendidikan di Nigeria, seperti migrasi domestik, konflik agama dan rasial, serangan kelompok-kelompok teroris seperti Boko Haram dan demikian juga penggunaan sumber daya ekonomi yang tidak efektif dan korupsi,” katanya.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3771104

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\