IQNA

23:27 - October 25, 2019
Berita ID: 3473545
IRAK (IQNA) - Ayatullah al-Udzma Sistani, marja religi Syiah di Irak, meminta para demonstran Irak dan pasukan keamanan untuk komitmen dengan demo damai dan menghindari kekerasan, pemberontakan dan sabotase.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Sumaria News, Sheikh Abdul Mahdi Karbalai, perwakilan Ayatullah Sayyid Ali Sistani, dalam khotbah Jumat hari ini di haram suci Imam Husein (as) membacakan teks pernyataan Ayatullah Sistani tentang demonstrasi hari ini dan posisi mereka.

Ayatullah Sistani mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Pada titik kritis dalam sejarah Irak ini, kita menyaksikan demonstrasi massa di Baghdad dan sejumlah provinsi lain, kami menuntut agar para demonstran dan pasukan keamanan untuk komitmen dengan demo damai dan mencegah demo ini berubah menjadi kekerasan, pemberontakan dan sabotase.”

Pernyataan itu mendesak para demonstran untuk menahan diri dari menyerang pasukan keamanan dan melindungi privasi milik publik dan pribadi serta tidak menyerang institusi publik dan aset warga negara atau lembaga-lembaga lainnya.

Pernyataan itu menekankan bahwa menyalahi pasukan keamanan dan pembakaran serta perusakan properti publik dan pribadi selama demo tidak dibenarkan secara syariat dan undang-undang, serta bertentangan dengan prinsip-prinsip demonstrasi damai, dan menjauhkan demonstran mencapai tuntutan mereka yang sah.

Perwakilan Ayatullah Sistani dalam khotbah Jumat di Karbala mengatakan bahwa otoritas agama Irak dalam pernyataan itu meminta para demonstran untuk mengendalikan kemarahan mereka dan tidak membiarkan kemarahan itu menyebabkan semakin memperburuk kondisi dan kerusakan pada properti pribadi dan publik, dan demikian juga para demonstran tidak membiarkan penyusup menyusup ke barisan-barisan mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Agama Irak telah menekankan bahwa reformasi sejati dan perubahan yang diharapkan dalam pengelolaan negara harus dicapai melalui cara-cara damai, dan hal ini dapat terealisasi jika rakyat Irak bersatu dan terintegrasi dalam tuntutan-tuntutan mereka.

 

https://iqna.ir/fa/news/3852376

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\