IQNA

10:47 - December 02, 2019
Berita ID: 3473658
MESIR (IQNA) - Pengawas Islamophobia yang berafiliasi dengan Darul Quran Mesir memuji tindakan Qurani Muslim Norwegia dalam merespon upaya dua rasis Norwegia yang berusaha membakar kalam wahyu Ilahi.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Ahram, pengawas Islamophobia yang berafiliasi dengan Darul Quran Mesir mengumumkan, sekelompok Muslim di kota Kristiansand di selatan Norwegia mengadakan acara mendengarkan tilawah kalam wahyu Ilahi di jalan-jalan kota ini sebagai tanggapan atas upaya dua rasis untuk membakar naskah Alquran.

Menurut laporan itu, tindakan Muslim disambut oleh banyak orang di kota kecil itu, dan banyak penduduk mengecam kejahatan pembakaran Alquran.

Pengawas Islamophobia dengan mengisyaratkan insiden pembakaran Alquran baru-baru ini di kota itu, mengatakan insiden itu terjadi pada November 2019 ketika sebuah kelompok ekstrem sayap kanan, dengan tema "Hentikan Islamisasi Norwegia", dengan menggelar demonstrasi di kota Kristiansand, mereka membakar sebuah naskah Alquran al-Karim.

Pusat ini menekankan: Kelompok ekstremis sayap kanan, dengan tindakan kebencian dan penghinaan terhadap agama yang begitu tidak bertanggung jawab dan bertentangan langsung dengan semua hukum internasional, memicu terkobarnya kebencian terhadap Islam.

Pengawas Islamophobia menambahkan: Kejahatan rasis dan ucapan kebencian bukan hanya untuk kelompok agama, tetapi api membakar semua komunitas tanpa memandang agama, ras atau jenis kelamin.

Dengan memuji dukungan warga Norwegia untuk minoritas Muslim, Islamic Center ini menekankan bahwa sekelompok orang Kristen di kota Kristiansand berkumpul setelah solidaritas dengan Muslim lain pada Jumat lalu dan memegang plakat dengan slogan "Kami bersama bahkan jika kita memiliki perbedaan. "

Pengawas Islamophobia yang berafiliasi dengan Darul Quran Mesir menekankan perlunya upaya semua negara untuk mencegah penghinaan terhadap para pengikut agama-agama samawi dan semua jenis praktik rasis dan diskriminatif terhadap orang lain.

Pusat itu juga meminta semua Muslim di negara-negara Barat untuk berbuat lebih banyak untuk memublikasikan Islam sebagai agama toleransi dan kasih sayang.

Perlu diketahui, pada tanggal 16 November tahun ini, demonstrasi anti-Islam diadakan di Kristiansand, Norwegia, oleh kelompok "Hentikan Islamisasi Norwogia (SIAN)", di mana pemimpin kelompok mencoba mengeluarkan naskah Alquran dan berusaha untuk membakarnya, kendati ada peringatan polisi. Langkah ini sangat dikecam oleh kelompok dan organisasi Islam dan non-Islam di seluruh dunia.

 

https://iqna.ir/fa/news/3860787

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\