IQNA

13:50 - March 02, 2020
Berita ID: 3473983
TEHERAN (IQNA) - Presiden Afganistan mengumumkan, pemerintah negara ini belum berjanji untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban berdasarkan perjanjian yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Taliban.

Anadolu melaporkan, berbicara sebagai respon terhadap penandatanganan perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Taliban, Presiden Afganistan, Mohammad Ashraf Ghani pada hari Minggu (1/3) mengatakan bahwa pembebasan tahanan Taliban tidak berada dalam kapabilitas AS, tetapi dalam kapabilitas pemerintah Afganistan.

Dia menambahkan, pemerintah tidak menjanjikan pembebasan 5.000 tahanan Taliban berdasarkan perjanjian yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Taliban, dan juga permintaan Taliban untuk pembebasan tahanannya tidak bisa menjadi prasyarat untuk implementasi negosiasi langsung dengan kelompok itu.

Ashraf Ghani menekankan, Republik kita sesuai dengan konstitusi Afganistan. Kami akan melakukan negosiasi reguler atas nama Republik Islam Afganistan, negosiasi bergantung pada kedua pihak. Kami memperlakukan dengan hormat dan masalah kami adalah masalah utama rakyat Afganistan.

“Perjanjian yang ditandatangani di balik layar akan menghadapi masalah jika tidak ada transparansi dalam praktiknya. Tidak ada komitmen untuk membebaskan 5000 tahanan. Kami telah menjelaskan ini berkali-kali dengan Zalmay Khalilzad, Perwakilan Khusus AS untuk Perdamaian Afganistan dan lainnya,” ucapnya.

Perlu diketahui, Zalmay Khalilzad, Perwakilan Khusus AS untuk Perdamaian Afganistan, dan Mullah Abdul Ghani Baradar, wakil politik Taliban, menandatangani perjanjian perdamaian AS-Taliban. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, wakil politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dan perwakilan dari 30 negara menghadiri acara penandatanganan tersebut.

Perjanjian tersebut juga diharapkan untuk ranah awal penarikan pasukan asing dari Afganistan dan negosiasi antar Afgan.

Sampai sekarang rincian detail dari kesepakatan itu, yang dihasilkan setelah lebih dari setahun perundingan antara kedua belah pihak belum dirilis, tetapi diperkirakan akan berakhir selama 20 tahun perang di Afganistan, yang menyebabkan kematian puluhan ribu warga sipil Afganistan dan 3592 tentara AS dan koalisi internasional. (hry)

 

3882386

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\