IQNA

9:29 - March 07, 2020
Berita ID: 3474005
TEHERAN (IQNA) - Meskipun melemah dan hak-hak Muslim di India terkoyak-koyak, masih dapat dikatakan bahwa pembantaian yang dilakukan oleh ekstremis Hindu kepada mereka tidak lebih menyakitkan daripada kebungkaman komunitas Islam terhadap pembunuhan dan melukai ratusan Muslim yang damai di negara itu.

Al-Alam melaporkan, meskipun Muslim di India memiliki hak untuk mengekspresikan kemarahan dan penentangan mereka terhadap undang-undang kewarganegaraan baru, yang telah merampas hak-hak mereka yang paling dasar, namun umat Islam percaya dengan pelaksanaan undang-undang ini, hak-hak mereka akan dilanggar dan rasisme diterapkan terhadap mereka.

Namun, kebungkaman dan keheningan komunitas Arab-Islam terhadap kekerasan ini dan ekstremisme sistematis terhadap Muslim di India tidak bisa spontan, khususnya gelombang baru kekerasan-kekerasan ini bertepatan dengan lawatan Presiden AS, Donald Trump ke negara tersebut.

Trump dianggap sebagai pemimpin saat ini dan ayah spiritual dari banyak raja dan penguasa dunia Arab, menjanjikan janji-janji manis setelah memerah mereka.

Lawatan Trump ke India, bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang merupakan anggota sayap ekstremis Partai Bharatiya Janata, menciptakan gambaran bahwa umat Islam di India sedang dikorbankan untuk para dewa di India.

Modi mengorbankan Muslim untuk para dewa Sami, sebuah tindakan yang sejalan dengan kebijakan-kebijakan pemerintahnya dan didukung oleh sayap kanan di India.

Keheningan dan kebungkaman komunitas Arab-Islam terhadap semua kekerasan dan kejahatan terhadap Muslim India pecah oleh suara yang bangkit dari tanah penolong orang-orang tertindas di dunia, yaitu Iran Islam, di mana kemarahan dan ketidakpuasan serta penentangan terhadap penindasan dan kekerasan ekstremis Hindu terhadap minoritas Muslim telah diungkapkan di negara ini.

Iran, yang selalu meneriakkan slogan "Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan Muslim, maka bukanlah seorang Muslim" seperti biasanya berada di garis depan dalam mengutuk kekerasan-kekerasan yang ditargetkan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatullah Ali Khamenei meminta pemerintah India untuk melawan para ekstrimis Hindu dan pendukung mereka serta mengakhiri kekerasan terhadap Muslim di negara itu. (hry)

 

3883508

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\