IQNA

12:02 - July 08, 2020
Berita ID: 3474382
TEHERAN (IQNA) - Pejabat Rusia dan Gereja Ortodoks Rusia telah memperingatkan Turki agar tidak mengubah Museum Hagia Sophia (Aya Sofya) menjadi masjid di Istanbul.

Asharq al-Awsat melaporkan, putusan tentang nasib Hagia Sophia, yang sekarang adalah museum, akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, dan Dewan Negara Turki, yang merupakan pengadilan administrasi tertinggi Turki, akan memutuskan masalah tersebut.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill dengan menyatakan keprihatinannya atas pengubahan Hagia Sophia menjadi masjid, menyebutnya sebagai salah satu monumen terpenting warisan Kristen.

“Apa pun yang mengancam Hagia Sophia mengancam peradaban Kristen dan nilai-nilai spiritual serta sejarah kita. Karena tempat ini telah menjadi tempat suci dan penting bagi setiap warga negara Rusia Ortodoksi hingga saat ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara Gedung Kremlin  juga dengan menjelaskan pengambilan keputusan tentang masa depan situs bersejarah Hagia Sophia adalah masalah dalam negeri di Turki, berharap bahwa Negara ini dalam hal ini akan memberikan perhatian yang cukup.

Hagia Sophia menjadi masjid pada tahun 1453 di bawah pemerintahan Ottoman di Konstantinopel, kemudian pada tahun 1935 diubah menjadi museum oleh Mustafa Kemal Ataturk, Presiden Turki saat itu.

Penentuan status Hagia Sophia di Turki telah menuai ketegangan, dan sejak 2005 banyak organisasi telah berulang kali mendatangi pengadilan Turki untuk mengubahnya menjadi masjid sekali lagi. Namun sejauh ini belum berhasil. (hry)

 

3909263

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\