IQNA

9:20 - August 13, 2020
Berita ID: 3474494
TEHERAN (IQNA) - Bank syariah Malaysia telah mampu beradaptasi meskipun ada wabah corona dan dampak negative dalam perekonomiannya.

Kinerja Positif Perbankan Islam Malaysia dalam Krisis CoronaThe Star melaporkan, menurut laporan yang dirilis Moody's Investors Service, bank syariah Malaysia diperkirakan akan terus bertahan dari krisis, meski ada wabah corona dan dampak negatifnya terhadap pembiayaan sektor ritel negara ini.

Moody adalah salah satu dari tiga lembaga pemeringkat keuangan teratas bersama dengan Standard & Poor's dan Fitch Group.

Moody mengumumkan, dari tujuh bank syariah besar di Malaysia, lima merupakan anak perusahaan dari grup perbankan domestik. Kelima bank ini sangat fokus membiayai sektor ritel yang lebih rentan resesi dibandingkan sektor lainnya.

“Bank Malaysia umumnya menggunakan metode kehati-hatian untuk membiayai sektor ritel, berkat pedoman pengawasan pembiayaan yang menambah kualitas aset mereka. Bank-bank syariah juga dalam posisi yang baik untuk mempertahankan profitabilitas karena nilainya tidak terlalu merugikan karena kualitas asetnya,” kata Tengfu Li, seorang analis di Modi.

Li mengingatkan, pertumbuhan permodalan di bank-bank syariah didukung oleh nasabah karena upaya kelompok-kelompok keuangan untuk memperluas perbankan syariah dan meningkatkan penerimaan layanan bank-bank tersebut. Secara umum, deposito bank syariah tumbuh lebih cepat daripada deposito biasa karena popularitas layanan keuangan yang sesuai dengan hukum Islam.

Moody mengharapkan bank syariah Malaysia mempertahankan investasi-investasinya selama 12 hingga 18 bulan ke depan. (hry)

 

3916141

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\