IQNA

8:38 - November 09, 2020
Berita ID: 3474764
TEHERAN (IQNA) - Kekalahan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS banyak diberitakan di media dunia. Media Amerika menyebut kemenangan Joe Biden sebagai akhir dari empat tahun kekacauan politik, sosial, ekonomi, dan kebohongan Trump yang tak kenal lelah.

Surat kabar New York Times melaporkan, Joseph Robinette Biden Jr. terpilih sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat pada Sabtu. Dia telah berjanji untuk memulihkan ketenangan politik dan semangat persatuan nasional untuk menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan, dan untuk mengubah Donald Trump menjadi presiden satu kali setelah empat tahun yang penuh gejolak di Gedung Putih.

“Kemenangan Biden adalah tanggapan atas penolakan Trump oleh jutaan pemilih yang lelah dengan perilaku memecah belah dan salah urus, dan dicapai dengan aliansi wanita, orang kulit berwarna, pemilih tua dan muda dan beberapa Republikan yang tidak puas. Trump adalah presiden terpilih ketiga sejak Perang Dunia II yang kalah dalam pemilihan ulang, menjadikannya presiden satu masa jabatan pertama dalam lebih dari seperempat abad di Amerika Serikat,”tulis surat kabar tersebut.

Menurut New York Times, momen bersejarah tersebut membuka jalan bagi Senator Absolutely Harris dari California untuk menjadi wanita pertama yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Biden, yang berulang tahun ke 78 akhir bulan ini, dengan kemenangannya, memenuhi impiannya selama puluhan tahun untuk kandidat ketiganya untuk Gedung Putih dan menjadi presiden terpilih tertua di Amerika Serikat.

Dalam pernyataan singkatnya, Biden menyerukan ketenangan dan persatuan. Dia berkata: “Dengan berakhirnya kampanye pemilihan, sekarang saatnya mengesampingkan amarah dan retorika militan kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa. Sudah waktunya bagi Amerika Serikat untuk bersatu dan pulih.”

The Guardian menyebut kemenangan Biden sebagai akhir dari perpecahan dan bipolaritas dalam masyarakat Amerika serta kekacauan ekonomi dan sosial di era Trump. Menurut surat kabar tersebut, orang Amerika lebih menyukai seorang veteran yang telah hidup dalam masyarakat dan di antara massa selama 50 tahun daripada seorang makelar dan presenter TV.

“Kemenangan Biden dapat dikaitkan dengan fakta bahwa lebih banyak orang Amerika yang lebih menyukainya daripada Trump. Sementara sepertiga orang Amerika mengatakan dalam jajak pendapat bahwa Trump dapat mempersatukan negara, enam dari sepuluh orang Amerika percaya Biden-lah yang bisa menyelamatkan Negara,” tulis Bloomberg dalam sebuah analisis.

“Setelah empat tahun kebohongan tanpa akhir, intimidasi dan penghinaan kepada lawan-lawannya, Trump ingin menghidupkan kembali karakter bangsa,” tulis CNN dalam sebuah laporan. (hry)

Respon Kemenangan Biden di Media-Media Dunia: Akhir dari Empat Tahun Kebohongan Trump

3933791

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: