IQNA

Menilik Tradisi Takziyah di India

13:58 - August 21, 2021
Berita ID: 3475640
TEHERAN (IQNA) - Di India, takziyah memiliki arti lain dan itu membuat replika haram suci Imam Husein (as) dan menggunakannya sebagai simbol berkabung Muharram. Umat Syi’ah membawanya selama acara berkabung dan menguburnya di akhir Asyura atau Arbain.

IQNA melaporkan, hari-hari berkabung Muharram di seluruh dunia dengan tradisi dan ritualnya masing-masing telah menjadi salah satu simbol agama Islam dan mazhab Syi’ah. Ritual di kalangan Syi'ah ini mungkin berbeda dengan ritual di daerah lain, tergantung daerah tempat mereka tinggal.

Hal ini menyebabkan pengaruh budaya dan sosial yang spesifik dari masing-masing daerah terlihat dalam ritual berkabung ini, dan ini telah mengubah acara Muharram dari acara berkabung menjadi ritual nasional.

Menilik Tradisi Takziyah di India

Takziyah, sebagai salah satu simbol berkabung Muharram, memiliki kedudukan khusus dalam acara ini. Takziyah dalam pengertian konvensional adalah pertunjukan dari peristiwa Karbala yang diperankan oleh orang-orang yang masing-masing memerankan tokoh utama. Pertunjukan ini adalah semacam pertunjukan religius dan tradisional Iran-Syi’ah dan lebih banyak tentang kesyahidan Imam Husein (as) dan penderitaan Ahlulbait (as).

Dalam sebuah artikel, situs Sahapedia membahas ritual takziyah di India dan acara-acara di sekitarnya, dan menganalisis alasan popularitasnya di negara ini, terutama di kalangan Syi’ah.

Takziyah berasal dari bahasa Arab berkabung, yang berarti memperingati orang yang sudah meninggal. Oleh karena itu, takziyah berarti belasungkawa, penghormatan dan memperingati orang yang sudah meninggal. Dengan kata lain, takziyah adalah simbol di mana acara berkabung (acara berkabung dan penggambaran tragedi Karbala) dilakukan di Muharram.

Tapi kata ini digunakan di India dalam arti lain dan itu berarti membuat replika haram suci Imam Husein (as) dan menggunakannya sebagai simbol berkabung Muharram. Dalam ritual simbolis ini, prosesi berkabung membawa repilka haram, dharih atau keranda Husein bin Ali (as) selama acara dan penguburannya di akhir Asyura atau Arbain. Di India, takziyah dapat dibawa pulang setiap hari antara hari pertama Muharram dan hari kesembilan dan dikuburkan pada hari kesepuluh Muharram, Asyura.

Menilik Tradisi Takziyah di India

Takziyah dirawat dengan baik dan ditempatkan di dalam sebuah tempat bernama Azakhaneh (rumah berkabung) yang merupakan ruang sementara untuk Muharram. Azakhaneh biasanya dihiasi dengan bunga dan kain hitam dan hijau dan orang-orang melakukan pukul dada di situ. Mengenai peran takziyah di Azakhaneh dapat dikatakan bahwa takziyah telah dikenal dengan azakhaneh dan masuknya takziyah ke dalamnya merupakan tanda awal dari berkabung. Semua elemen lain dari azakhaneh memiliki struktur permanen yang digunakan dengan perbaikan dan perubahan sesekali.

Latihan berkabung harian, pidato dan ratapan (tentang para syuhada tragedi Karbala dan anggota keluarga Nabi lainnya) berkisar pada takziyah, yang dipimpin oleh para wanita dan anak-anak senior di lingkungan tersebut. Di sinilah gadis-gadis muda melatih keterampilan ratapan mereka. Sejatinya, hubungan anak dengan takziyah dimulai sejak masa kanak-kanak.

Pemindahan takziyah dari pasar ke rumah dan dari rumah ke Karbala (tempat pemakaman dinamai sesuai medan perang) oleh anak-anak kecil. Di sini mereka mempelajari kesucian struktur dan ritualnya. Takziyah dianggap sebagai tradisi sosial sekaligus simbol religiusitas, dan juga berharga dan penting sebagai komoditas ekonomi, karena model yang menjadi takziyah dikerjakan dengan detail dan dijual oleh produsen di pasar.

Menilik Tradisi Takziyah di India

Ada banyak alasan untuk pembentukan takziyah dan acara tentangnya, tetapi tampaknya alasan yang paling masuk akal untuk takziyah adalah jarak yang jauh antara India dan Karbala dan kesulitan yang terkait dengan perjalanan ke kota ini di masa lalu. Ziarah ke haram asli Imam Husein (as) dari India tidak mungkin bagi kaum Syi’ah, jadi ide untuk membentuk takziyah mungkin karena alasan ini.

Ada alasan budaya dan ritual lain untuk popularitas takziyah. Ritual takziyah dapat dibandingkan dengan kebanyakan festival yang berhubungan dengan agama Hindu, dan konstruksinya dapat dibandingkan dengan pembuatan patung Durga Puja. Di sisi lain, seni pembuatan takziyah mencerminkan sejarah Islam di India. Sejumlah kubah, lengkungan dan menara sangat jelas di takziyah. (hry)

 

3989747

Kunci-kunci: Menilik ، Tradisi Takziyah ، India
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* :