IQNA

Kospy Peringati Hari Al-Quds Internasional: Poros Global Semua Perlawanan

8:31 - April 28, 2022
Berita ID: 3476752
TEHERAN (IQNA) - Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (Kospy) menyelenggarakan “Aksi Bela Palestina” dengan mengangkat tema “Al Quds 2022: Poros Global Semua Perlawanan” di depan Kedutaan Besar Amerika di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pada Selasa 26 April 2022.

Menurut laporan IQNA seperti dilansir mycity.co.id, menurut salah satu koordinator aksi, Dede Azwar, kepada wartawan MyCity, peringatan Hari Al-Quds Sedunia diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Selain memberikan dukungan moral kepada masyarakat Palestina, peserta aksi juga mengutuk kejahatan dan kezaliman Zionis Israel.

“Setiap jumat terakhir bulan Ramadhan dan telah berlangsung sekitar 40 tahun lebih, dan tujuannya tetap sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina, mengekspresikan solidaritas, sekaligus mengatakan kepada setan besar Amerika Serikat ini bahwa Islam tidak akan pernah berada di bawah mereka, yang jelas bahwa simpati yang kita harapkan tidak hanya dari kaum muslimin tapi kepada seluruh pecinta perdamaian.” Jelas Dede Azwar.

Dede Azwar berharap dengan adanya aksi ini dapat menyadarkan masyarakat bahwa biang kerok dari semua kerusakan dan kekacauan bersumber dari Amerika Serikat.

“Bukan rahasia umum, bahwa zionis ini mereka (Amerika Serikat) yang ciptakan, semua konflik kekacauan penindasan, sampai genosida bahkan, merekalah (Amerika Serikat) biang keroknya, bahkan Rusia sendiri baru menyadarinya sekarang bahwa Amerika adalah biang keladi dari semua kekacauan dunia. Tujuannya merawat rezim (Israel) palsu ini, untuk merawat kekuatan hegemoni mereka (Amerika Serikat), dan ini satu hal yang melangar kaidah kemanusiaan bukan hanya keagamaan, bahkan agama akan lebih peka terhadap kezaliman mereka. Kita harapkan semua orang tau inilah biang kerok atau setan besar dari semua permasalahan dunia,” terang Dede Azwar.

Aksi yang dilakukan di Kedubes Amerika Serikat bukan untuk menyampaikan tuntutan atau dialog ke Kedubes Amerika melainkan membongkar kejahatan Amerika Serikat.

“Kita sama sekali tidak menuntut Amerika, kita datang ke sini justru untuk membongkar kejahatan mereka, jadi tidak ada komunikasi, tidak ada upaya menghubungi dan sebagainya, karena kita tidak percaya Amerika, Amerika ini pembohong, Amerika ini setan, salah satu karakter iblis adalah dia pendusta, dan kita sudah tidak percaya dengan mereka, yang ingin kita sampaikan adalah kemana dunia?, bahwasanya semua perkara yang dihadapi umat manusia inilah (Amerika Serikat) biang keladinya,” tutur Dede Azwar.

Dede Azwar juga menyerukan kepada setiap elemen masyarakat tidak disekat-sekat oleh perbedaan kelompok atau mazhab, melainkan menjaga persatuan untuk kemerdekaan Palestina.

“Yang kita harapkan seluruh elemen masyarakat Indonesia tidak lagi tersekat oleh kelompok masing-masing, mazhab masing-masing, kita sama-sama memiliki kepentingan yang sama membebeaskan Palestina yang selama ini ditindas oleh rezim Amerika Serikat melalui tukang pukulnya yang biadab bernama rezim Zionis Israel,” jelas Dede Azwar.

Dede Azwar menyoroti akar masalah Palestina adalah penjajahan serta kejahatan aparat pendudukan Zionis Israel yang menyerang jamaah masjid Al Aqsa sampai menewaskan sedikitnya 5 warga sipil dan melukai 154. Video-video yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu memperlihatkan kekerasan yang dilakukan aparat Israel yang bersenjata lengkap memukuli anak-anak dan perempuan, serta jamaah salat subuh.

“Rezim yang illegal dan dia (Israel) didirikan untuk menjajah, maka semua perbuatannya pasti zalim, baik perbuatannya yang seolah-olah baik apalagi perbuatan buruknya membunuh dan memukuli anak-anak dan perempuan itu sudah pasti (buruk), sehingga yang ingin kita katakan akar kejahatan di Palestina adalah penjajahan, ketika rezim penjajahan ini kita enyahkan maka selesailah perkara di Palestina, idealnya adalah kita memberikan hak (warga Palestina) untuk membangun negaranya sendiri, sekarang inikan dipaksakan, seolah-olah rezim Zionis ini memiliki keabsahan, padahal tidak ada, dia tidak legal dan selalu illegal,” ungkap Dede Azwar.

Dede Azwar menambahkan keterlibatan masyarakat Indonesia pada peringatan Hari Al Quds Internasional merupakan bentuk terimakasih kepada bangsa Palestina.

“Sebenarnya kitalah yang berterimakasih kepada Palestina, kenapa? Karena Palestina mengajarkan kepada kita tidak boleh menyerah kepada kezaliman, dan kita datang ke sini salah satunya adalah bentuk terimakasih kepada pihak Palestina yang mau berkorban dengan darahnya untuk mengajarkan kepada seluruh dunia begini loh cara melawan kezaliman, begini loh cara bertahan dari penindasan,” tutup Dede Azwar.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada, Kospy mengingatkan bahwa untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel adalah harus dengan persatuan umat. Maka Kospy mengajak masyarakat Indonesia atas nama amanat Undang-Undang 1945, agar bersama-sama menyamakan persepsi, menyatukan hati dan merapatkan barisan memberikan dukungan nyata untuk mempercepat kemerdekaan Palestina. (HRY)

captcha