IQNA

Keputusasaan Manusia dari Tuhan Adalah Jembatan Menuju Kehancuran

8:35 - July 27, 2022
Berita ID: 3477086
TEHERAN (IQNA) - Salah satu hal yang dapat dianggap sebagai penyulut manusia untuk berusaha dalam hidup adalah masalah harapan. Di sisi lain, ada keputusasaan, yang dilarang dalam Alquran dan ajaran Islam dan dianggap sebagai salah satu dosa besar.

Putus asa dari rahmat Allah dan pengampunan-Nya adalah kebalikan dari harapan kepada Allah. Jika keyakinan seseorang tentang Tuhan tidak sempurna dan dia tidak mengetahui rahmat dan kuasa-Nya yang tak terbatas, dia akan putus asa. Ketidaksempurnaan dalam beriman kepada Allah semacam ini menghantarkan seseorang pada kekafiran dan bahkan dapat dikatakan bahwa keputusasaan total hanya dapat dialami oleh orang yang tidak beriman dan tidak ada orang beriman yang menderita karenanya.

Seseorang yang putus asa untuk mencapai tujuan duniawi, ia akan berhenti bekerja dan hidupnya mandek. Hasil dari stagnasi ini adalah penderitaan yang dialami oleh orang yang putus asa dan kesulitan yang ia bebankan kepada orang lain.

Pengobatan penyakit ini kadang dilakukan dengan memperbaiki pandangan hidup seseorang dan kadang dilakukan dengan obat-obatan. Tidak dipungkiri lagi, keyakinan seseorang kepada Allah mencegah terjadinya keputusasaan dalam urusan duniawi, tetapi yang sangat penting adalah keputusasaan seseorang dalam mengejar tujuan akhirat dan meningkatkan hubungannya dengan Allah. Di satu sisi, keputusasaan seperti itu mengarah pada bahaya tertinggi, yaitu kehancuran akhirat, dan di sisi lain, tanda-tandanya tidak segera terungkap. Akibatnya, seseorang mungkin berpikir sangat terlambat untuk mengobatinya. Oleh karena itu, memikirkan rahmat dan ampunan Allah serta kekurangan dan kelemahan manusia sangat efektif dalam mencegah dan mengobati penyakit ini.

Metode pengobatan lain, yang berakar pada metode pertama, adalah dengan mengingat kata-kata yang telah ada dalam Alquran dan ajaran Islam dan melarang putus asa. Allah telah berfirman dalam Alquran:

«قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ»

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya”. (QS. Az-Zumar: 53)

 

captcha