IQNA

Kemunafikan dan Berwajah Dua Adalah Musuh Terbesar Masyarakat

18:11 - August 24, 2022
Berita ID: 3477210
TEHERAN (IQNA) - Kemunafikan dan berwajah dua termasuk di antara sifat-sifat yang dianggap sebagai gangguan kepribadian dan dapat banyak merugikan masyarakat. Dualitas kepribadian dan kontradiksi internal dan eksternal merupakan salah satu ciri orang yang munafik, yang mana hal ini menyebabkan tindakan, ucapan, dan perilaku pribadi dan sosialnya berbeda dengan orang lain.

Salah satu masalah penting yang dibahas dalam berbagai surah Alquran adalah masalah kemunafikan. Munafik berarti dua wajah dan pertentangan antara lahiriah dengan batin. Alquran menyebutkan sebuah kelompok yang disebut "munafik" Al-Qur'an menyebut kelompok yang disebut "munafik" yang tidak memiliki keikhlasan dan keberanian untuk beriman, juga tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk menentang secara terbuka, tetapi mereka telah merambah di antara kaum Muslimin sejati dan karena mereka memiliki penampilan Islami, seringkali sulit untuk mengenali mereka. Alquran menyingkap tanda-tanda yang detail dari garis batin mereka.

Karena Islam dirugikan oleh orang-orang munafik sepanjang sejarahnya, Alquran telah berbicara kepada orang-orang munafik dalam pidato-pidatonya yang paling eksplisit dan keras.

Ciri pertama kemunafikan adalah dualitas lahiriah dan batin. Misalnya, mereka mengungkapkan keberagamaan dan iman dengan lisan mereka, tetapi tidak ada iman di dalam hati mereka. Kebohongan ini adalah poros utama kemunafikan. Allah berfirman dalam Alquran:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 8)

Ciri lainnya seorang munafik adalah sumpah palsu, yang dianggap sebagai salah satu tipu daya orang munafik. Ketika kelompok ini melihat rahasia mereka terungkap, mereka menyangkal fakta dan bahkan bersumpah palsu

captcha