IQNA

Mengulik Arsitektur Masjid Raya Al-Mashun, Perpaduan Antara Timur Tengah dan Eropa

7:06 - October 14, 2022
Berita ID: 3477448
TEHERAN (IQNA) - Kota Medan memiliki beberapa tempat bersejarah yang bernilai historis tinggi dan wajib untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Masjid Raya Al-Mashun. Masjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini menjadi saksi sejarah peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Kota Medan.

Menurut laporan IQNA, masjid yang dibangun pada tahun 1906 ini merupakan peninggalan Kesultanan Deli. Meski usia bangunan ini sudah mencapai 100 tahun, masjid ini masih nampak tegak dan kokoh. Masjid ini juga telah menjadi ikon Kota Medan dan sudah termasuk dalam Cagar Budaya Pemerintah kota setempat.

Pembangunan Masjid Raya Al-Mashun yang bergaya arsitektur perpaduan Timur Tengah dan Eropa ini dilakukan pada masa Kesultanan Deli era kepemimpinan Sultan Ma'mum Al-Rasyid. Harapannya, masjid ini bisa menjadi tempat penyebaran agama Islam di Kota Medan.

Tidak main-main, Sultan Deli begitu ambisius ketika akan membangun masjid ini. Ia sampai meminta beberapa suruhannya untuk mencari gaya arsitektur yang memiliki estetika tinggi. Maka dari itu Sultan Deli telah mendatangkan arsitek Eropa asal Belanda. Bahan-bahan bangunan yang digunakan juga diimpor dari Eropa.

Masjid ini memiliki lima kubah yang cukup besar dan berbentuk segi delapan. Dari tampak depan, masjid yang mampu menampung 1.500 jemaah ini seolah memiliki sayap di sebelah kiri dan kanan bangunan.

Mengulik Arsitektur Masjid Raya Al-Mashun, Perpaduan Antara Timur Tengah dan Eropa

Lokasi berdirinya masjid ini berada di tengah pusat kota Medan. Sebelum memasuki bangunan masjid, pengunjung akan menjumpai serambi yang cukup luas seperti Masjid Madinah yang ada di Timur Tengah.

Di dalam masjid terdapat banyak ornamen yang khas dengan negara Eropa. Tembok masjid yang penuh dengan ornamen-ornamen yang dominan berwarna emas khas Turki dan Timur Tengah menambah kesan mewah pada masjid ini.

Selain itu motif dari ornamen masjid ini ada bertemakan flora, fauna, alam dan yang pasti kaligrafi. Corak warna yang cerah menjadikan pencahayaan di dalam masjid semakin terang.

Ornamen yang tertanam di masjid ini sangat detail, hingga bagian pintu memiliki ornamen-ornamen kecil yang diberi warna emas.

Mengulik Arsitektur Masjid Raya Al-Mashun, Perpaduan Antara Timur Tengah dan Eropa

Masjid Raya Al-Mashun juga memiliki banyak pilar yang mendampingi tembok-tembok yang dipenuhi ornamen. Terlihat pilar-pilar yang tidak begitu besar di setiap sisi masjid menambah nilai estetika bangunan ini.

Terdapat pilar utama bergaya Eropa yang berbahan beton dan menjulang cukup tinggi. Dengan pilar tinggi dan akses pintu yang banyak, menambah kesan sejuk ketika sedang di dalam masjid karena sirkulasi udara akan berjalan dengan baik.

Mengulik Arsitektur Masjid Raya Al-Mashun, Perpaduan Antara Timur Tengah dan Eropa

Masjid Raya Al-Mashun ini telah lama menjadi ikon Kota Medan. Masjid yang begitu mewah nan megah ini membuktikan jika Sultan Deli masa Sultan Ma'mum Al-Rasyid sangat berambisi memiliki masjid yang bernilai tinggi dan ingin memajukan peradaban Kesultanan Deli. Sampai-sampai pihaknya menghabiskan dana sebesar 1 juta gulden untuk membangun masjid ini. (HRY)

Sumber: merdeka.com

captcha