
“Dengan datangnya Idul Fitri, umat Islam di berbagai negara merayakan Idul Fitri dengan caranya masing-masing, selain acara tradisional dan bersama Idul Fitri; setiap negara memiliki tradisi berbeda yang diterapkannya di Idul Fitri ini,” menurut Iqna mengutip Al-Baladi.
Indonesia dan pentingnya kartu ucapan lebaran
Di Indonesia, masyarakat saling mengucapkan selamat Idul Fitri dengan mengirimkan kartu ucapan khusus. Akar tradisi ini sudah ada sejak bertahun-tahun di pedesaan Indonesia. Pada tahun-tahun itu, daerah pedesaan tidak memiliki telepon.

Tradisi buka pintu di Malaysia
Sehari sebelum Idul Fitri, warga Malaysia mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Masyarakat di negara ini menghiasi rumah mereka dengan lampu minyak dan menyiapkan makanan tradisional favorit mereka pada hari raya Idul Fitri.

Yang membedakan Idul Fitri di Malaysia adalah tradisi “Buka pintu”. Tradisi ini merupakan salah satu kebiasaan lama dan kuno di Malaysia, dan berdasarkan itu, pada hari Idul Fitri, pintu rumah dibuka untuk semua tamu, tanpa memandang kekerabatan atau agama, dan setiap orang yang masuk sebuah rumah disambut dengan makanan yang enak, tamu bisa bersenang-senang di rumah itu.
Idul Fitri di Yaman dan menyalakan api
Di beberapa wilayah Yaman, Idul Fitri disambut dengan menyalakan api. Mereka membakar tumpukan kayu bakar yang telah mereka kumpulkan pada hari pertama Idul Fitri karena kesedihan akhir Ramadhan dan kegembiraan datangnya Idul Fitri.

Masyarakat Yaman melakukan kurban pada Idul Fitri, seperti Idul Adha, dan membagikan dagingnya kepada kerabat dan tetangga mereka. (HRY)