
Menurut Iqna, mengutip al-youm 7, Abdul Rahman Al-Sudais, kepala pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, telah mengumumkan persiapan proyek ini untuk pelaksanaan proyek umrah terbesar dalam sejarah haji.
Menurutnya, proyek ini didasarkan pada beberapa prinsip, antara lain melayani para tamu Baitullah Al-Haram, memperkaya pengalaman jemaah dan memberdayakan perempuan dan pemuda, serta dilaksanakan dengan slogan “dari salam sampai selesai”.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi, pada gilirannya, menekankan untuk memberikan layanan yang optimal kepada jemaah dan mengintegrasikan layanan kepada jemaah dengan tujuan untuk memberi manfaat bagi jumlah jemaah yang melakukan umrah secara maksimal. Selain itu, seiring dengan perkembangan layanan, pemanfaatan aplikasi pintar secara maksimal untuk memudahkan urusan jemaah umrah juga menjadi agenda.
Baru-baru ini diumumkan bahwa telah dibentuk lembaga independen dengan nama Departemen Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dimana kekuasaan, tugas dan pengawasan semua hal yang berkaitan dengan masjid suci ini akan dilakukan di bawah pengawasan lembaga ini. Keputusan tersebut dibuat dengan tujuan fleksibilitas dan kecepatan yang lebih besar dalam memberikan layanan dan meningkatkan kualitas layanan tersebut.
Memberikan perhatian khusus pada penyediaan layanan khusus untuk orang tua, wanita, anak-anak dan orang cacat selama haji adalah aspek baru dari rencana haji dan umrah, yang telah dipertimbangkan oleh pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. (HRY)