
Menurut Iqna, mengutip Hesberis, para santriwan dan santriwati lainnya juga mengumpulkan bantuan dana untuk para korban dua kejadian tragis tersebut setelah mengikuti acara pembacaan Alquran dan salat ghaib.
Pada Jumat malam, 8 September, (gempa bumi besar mengguncang bagian utara Maroko dan wilayah tengah negara ini. Pasca gempa dahsyat ini, sekitar 50 ribu rumah roboh total atau mengalami kerusakan ringan. Dalam gempa berkekuatan 6,8 SR ini yang dianggap sebagai gempa terkuat dalam sejarah negeri ini dalam satu abad terakhir, hampir 3 ribu orang tewas dan lebih dari 5600 orang luka-luka.
Di Libya, badai Mediterania Daniel melanda bagian timur negara itu pada hari Minggu dan Senin dan menyebabkan banjir dahsyat, yang menyebabkan jumlah korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut statistik pemerintah Libya dan organisasi internasional, hampir 20.000 orang tewas dalam banjir dahsyat ini. Pencarian untuk membantu para penyintas dan menemukan jenazah yang hilang masih terus dilakukan. (HRY)