
Menurut Iqna mengutip Cairo 24, musabaqoh dimulai hari Jumat dengan kehadiran 42 peserta yang terdiri dari penghafal Alquran dan para mubtahil dari 30 negara berbeda di seluruh dunia. Musabaqoh ini dinamai sesuai nama almarhum qari Mesir, Syekh Mahmoud Ali Al-Banna, untuk menghormati jasa-jasanya yang abadi.
Pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Al-Salam di provinsi Port Said dan berbagai lantunan Alquran, ibtihal, dan nasyid-nasyid keagamaan di sejumlah alun-alun dan jalan-jalan di provinsi tersebut termasuk dalam program hari pertama musabaqoh.
Acara pembukaan resmi diadakan pada pukul 18.00 waktu setempat dengan dihadiri oleh Menteri Wakaf Mesir, Mayor General Moheb Habashi Khalil, Gubernur Port Said, pejabat Al-Azhar, dan sejumlah pejabat senior, dan acara tersebut diliput oleh televisi Mesir.
Acara ini diselenggarakan dengan dukungan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly dan Amr Othman, Wakil Gubernur Port Said, dan aktivis media Adel Mosailahi juga bertanggung jawab atas pelaksanaan musabaqoh ini.
Musabaqoh Alquran Port Said berlangsung hingga 2 Februari 2026, dan para peserta akan berkompetisi di bidang hafalan, tilawah, dan ibtihal.
Acara ini telah diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Port Said, dan panitia musabaqoh berupaya mendukung musabaqoh dan menyelenggarakannya dengan cara yang sesuai dengan kedudukan Mesir berdasarkan Alquran dalam mendukung para ahli Alquran di tingkat internasional. (HRY)