
Menurut Iqna mengutip muslimsaroundtheworld, masjid-masjid di negara bagian Victoria, Australia, menyelenggarakan edisi kesembilan program Hari Terbuka Masjid, yang dimulai oleh Dewan Islam Victoria pada tahun 2017.
Tahun ini, inisiatif sosial tersebut bertujuan untuk menumbuhkan saling pengertian dan memupuk nilai-nilai hidup berdampingan.
Dengan tema “Pikiran Terbuka, Pintu Terbuka, Hati Terbuka,” acara tersebut secara langsung mendorong warga Victoria untuk mengunjungi masjid, mempelajari lebih lanjut tentang Islam dan keragaman budaya dalam komunitas Muslim, menghilangkan stereotip dan ujaran kebencian, serta membangun jembatan persahabatan yang langgeng antara berbagai segmen masyarakat.
Program Hari Terbuka Masjid tahun ini diikuti oleh 34 masjid di seluruh negara bagian, yang mencerminkan luasnya sejarah dan geografis komunitas Muslim di Victoria. Masjid-masjid yang aktif dalam program ini beragam, mulai dari masjid tertua di negara bagian, Masjid Albania di Shepparton, yang didirikan pada tahun 1960, hingga masjid terbaru yang dibuka di Warragul pada tahun 2025, sebuah bukti kehadiran dan pertumbuhan Islam yang berkelanjutan dalam masyarakat Australia.
Program ini secara resmi dimulai di markas besar Dewan Islam Victoria, di mana acara diawali dengan pembacaan Alquran oleh Syekh Abdulrahman Zyka, Imam dewan tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Dewan Mohammad Mohiuddin menekankan bahwa Hari Masjid Terbuka adalah inisiatif komunitas yang melampaui politik; masjid adalah rumah Tuhan dan terbuka bagi semua orang yang mencari kedamaian dan keamanan, dan umat Muslim adalah penjaga tempat-tempat suci ini.
Ia menekankan penolakan terhadap segala upaya untuk mempolitisasi acara tersebut, menyatakan bahwa pesan cinta dan pluralisme tidak akan terdistorsi dan bahwa para pemimpin Islam memiliki tanggung jawab yang jelas untuk melawan ujaran kebencian. Ia juga mengapresiasi dukungan dan visi pemerintah negara bagian untuk mempromosikan kerukunan sosial.
Ingrid Stitt, Menteri Multikulturalisme Victoria, juga menekankan dalam pidatonya bahwa Hari Terbuka Masjid mewujudkan nilai-nilai inklusi dan harmoni, dan Pemerintah bangga mendukung program ini setiap tahunnya.
Ia menekankan bahwa tidak ada tempat untuk kebencian di Victoria dan bahwa Pemerintahnya akan berdiri bersama umat Muslim dan semua agama serta budaya, dan akan terus bekerja sama dengan Dewan Islam Victoria untuk mempromosikan kohesi sosial.
Sementara itu, Wali Kota Melbourne Nicholas Reece menyoroti hubungan dekatnya dengan komunitas Muslim dan peran aktif mereka di kota tersebut, mencatat kehadirannya sebelumnya di acara buka puasa masjid selama Ramadhan dan dukungan Kota Melbourne untuk acara 'Bazar Malam Ramadhan' yang akan diadakan di Pasar Queen Victoria pada tanggal 20 dan 21 Februari.
Peluncuran tersebut mencakup segmen 'Cinta dan Harmoni', yang menampilkan para pemimpin agama dan komunitas dari berbagai latar belakang. Mereka menekankan bahwa perdamaian, keadilan, dan kesetaraan adalah nilai-nilai kemanusiaan yang dianut bersama dan bahwa Victoria menjadi contoh nyata pluralisme agama dan budaya.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa menteri, anggota parlemen, dan perwakilan dari lembaga resmi dan diplomatik, serta komisioner dari organisasi pluralisme dan hak asasi manusia. Tur keliling masjid diadakan dan para tamu mengunjungi pameran khusus yang memperkenalkan Islam dan tradisinya, semuanya dalam kerangka dialog terbuka berdasarkan pemahaman langsung. (HRY)