
Menurut Iqna, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi, sesuai dengan instruksi Syekh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan negara tersebut, telah mengerahkan sistem robotik yang bekerja dengan kecerdasan buatan untuk melayani perempuan dan laki-laki yang berpartisipasi dalam Musabaqoh Hafalan, Qiraat dan Tafsir Alquran Nasional Raja Abdulaziz ke-27.
Robot ini menyediakan informasi komprehensif tentang musabaqoh, termasuk jumlah peserta, hadiah musabaqoh senilai 7 juta riyal Saudi, dan cabang musabaqoh, lalu mengirimkannya ke WhatsApp para peserta.
Robot ini juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan peserta dalam 95 bahasa global, dan penggunaannya mencerminkan upaya Kementerian Urusan Islam Saudi untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan terbaru dengan tujuan melayani Alquran dan meningkatkan pengalaman peserta sejalan dengan Visi Kerajaan 2030.
Perlu disebutkan bahwa tahap final musabaqoh ini dimulai pada Jumat malam, yang bertepatan dengan 25 Sya'ban 1447 (dalam kalender Saudi), dan panitia juri mengevaluasi tilawah Alquran para peserta dalam enam cabang musabaqoh.
Sebanyak 129 peserta laki-laki dan perempuan telah berpartisipasi dalam musabaqoh ini, dan musabaqoh ini berlanjut hingga 29 Sya'ban. (HRY)