IQNA

Refleksi Pesan Pertama Pemimpin Tertinggi di Media-media Internasional

18:17 - March 13, 2026
Berita ID: 3483483
IQNA - Pesan pertama dari Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, pemimpin Revolusi Islam Iran, menjadi berita utama di media regional dan internasional.

Menurut Iqna, jaringan berita Al Jazeera Qatar, Al Mayadeen, Al Arabiya, Al Manar, Al Masirah, dan media lain di kawasan itu, termasuk di India dan Pakistan, menghentikan program reguler mereka untuk meliput pesan Ayatullah Khamenei.

Dalam pesan ini, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan menyerukan agar mereka terus hadir di lokasi.

Ayatullah Khamenei juga menekankan perlunya menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan mengatakan: “Kita memiliki tetangga darat atau laut dengan 15 negara dan kita selalu bersedia dan akan terus menjalin hubungan yang hangat dan konstruktif dengan semuanya. Namun, selama bertahun-tahun, musuh secara bertahap telah membangun basis militer dan keuangan di beberapa negara ini untuk memastikan dominasinya atas kawasan tersebut”.

“Dalam serangan baru-baru ini, beberapa pangkalan militer digunakan (untuk melawan Iran), dan tentu saja, seperti yang telah kami peringatkan secara eksplisit, kami hanya menyerang pangkalan-pangkalan itu tanpa menyerang negara-negara tersebut. Mulai sekarang, kami pasti akan terus melakukan hal itu,” lanjutnya.

Indian Express menggemakan pesan ini dan menulis: “Dalam pesan pertamanya, pemimpin baru Iran mengatakan bahwa semua pangkalan AS di kawasan itu harus segera ditutup”.

Kantor berita Reuters juga menekankan: “Pemimpin baru Iran mengatakan Selat Hormuz harus tetap tertutup”.

Jaringan berita BBC juga memberitakan masalah yang sama dan menyatakan Pemimpin baru Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam pesan publik pertamanya yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, mengancam bahwa Iran akan melanjutkan kebijakannya untuk memblokir Selat Hormuz.

Jaringan TF1info Prancis juga menulis dalam kutipan judul dari pidato pemimpin baru tersebut: “Tidak ada solusi lain selain melanjutkan perang”.

Jaringan berita France 24 juga melaporkan liputan langsung pesan tersebut, mengatakan bahwa pemimpin baru Iran mengatakan bahwa blokade Selat Hormuz harus terus digunakan sebagai alat tekanan terhadap musuh..

Radio France Internationale juga meliput pesan tersebut, mengutip Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei yang mengatakan: “Blokade Selat Hormuz harus terus digunakan sebagai alat tekanan terhadap musuh”.

Associated Press juga menulis: “Pemimpin Iran mengeluarkan pernyataan pertamanya, mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz harus digunakan sebagai alat tawar-menawar”.

Euronews melaporkan: “Pemimpin baru Iran menekankan perlunya memblokir Selat Hormuz”.

Sky News menekankan: “Ancaman terhadap Selat Hormuz dan janji pembalasan adalah apa yang dikatakan pemimpin baru itu dalam pidato pertamanya”. (HRY)

4340282

captcha