IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 14

Kedatangan Sang Wali Allah Membutuhkan Janji yang Berat

12:59 - March 25, 2026
Berita ID: 3483498
IQNA - Sama seperti Ya’qub (as) mensyaratkan untuk melepas (pergi) Bunyamin bahwa mereka harus memberikan perjanjian yang teguh dari Allah kepadanya, kedatangan juru selamat juga membutuhkan janji yang berat dari bangsa yang menantikannya.

Putra-putra Nabi Ya’qub (as) berkata kepada ayah mereka:

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

“Mereka berkata, “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak memercayai kami atas Yusuf, padahal sesungguhnya kami benar-benar menginginkan kebaikan baginya?” (QS. Yusuf: 11), tetapi mereka mengingkari janji mereka dalam hal kepercayaan. Itulah sebabnya ketika mereka meminta Bunyamin kepada ayah mereka, Nabi Ya’qub berkata:

قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ

“Dia (Ya‘qub) berkata, “Bagaimana aku akan memercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti halnya dahulu aku telah memercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu? Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS. Yusuf: 64); artinya, apa yang telah kalian lakukan terhadap Nabi Yusuf sehingga kalian meminta orang lain dariku?

Sunnatullah ini juga berlaku untuk para washi ilahi. Ketika kita memohon kepada Allah swt agar muncul Sang Penyelamat yang Dijanjikan (afj), pertanyaan yang muncul adalah: Apa yang Engkau lakukan terhadap para washi sebelumnya, termasuk Imam Husein (as), dan bagaimana kami membantu mereka?

Nabi Ya’qub (as) menjadikan syarat untuk melepas (pergi) Benyamin adalah mereka harus memberikan perjanjian yang teguh dari Allah:

قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّى تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ

“Dia (Ya‘qub) berkata, “Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kembali kepadaku” (QS. Yusuf: 66). Saat ini, jika umat Islam menantikan kedatangan Sang Penyelamat (afj), maka doa dan permohonan belumlah cukup, melainkan harus membayar harga yang mahal dan sebuah perjanjian.

Umat harus lulus ujian dan membuktikan bahwa mereka adalah umat yang teguh; sebagaimana kesabaran dan keberanian rakyat Palestina dan Yaman telah ditunjukkan kepada dunia sebelumnya, keberanian dan iman rakyat Iran juga ditunjukkan dalam pawai Hari Quds, dan ketika rudal-rudal mendarat, rakyat meneriakkan slogan "Allahu Akbar" dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah, menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur dalam membela janji dan nilai-nilai mereka.

Pengorbanan ribuan syuhada, dari pejuang garis depan hingga bayi berusia 3 hari, bersama dengan suara mengerikan bom yang menghujani rumah, sekolah, dan infrastruktur, semuanya dapat disajikan sebagai janji ilahi akan kedatangan pertolongan. Orang-orang yang berkumpul di alun-alun kota setiap malam dengan doa dan mengingat Nabi Muhammad (saw) dan keluarga sucinya (as) mungkin berbisik dalam hati mereka, "Mengapa pertolongan Allah tidak datang?" Jika mereka mendengarkan dengan saksama, mereka akan menyadari bahwa pertolongan itu sudah dekat:

أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat" (QS. Al-Baqarah: 214).

captcha