IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 20

Tauhid Perbuatan; Ganjaran Ilahi bagi Para Pejuang yang Tangguh

16:21 - April 06, 2026
Berita ID: 3483521
IQNA - Alquran berbicara tentang pertolongan dan bantuan Allah dalam beberapa ayat; misalnya, Allah swt telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu” (QS. Muhammad: 7). Allah meminta pertolongan kepada manusia sementara bala tentara langit dan bumi berada di bawah perintah-Nya dan Dia sendiri adalah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana:

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Ali Imran: 126).

Permintaan Allah akan pertolongan dari makhluk terbatas seperti manusia adalah untuk memotivasi dan mengujinya, dan jika ia berhasil dalam ujian ini, ia akan menerima pahala; misalnya, mengenai pengiriman pasukan ke garis depan dan di garda terdepan, Dia memerintahkan:

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ

 “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu” (QS. At-Taubah: 14); artinya, perangi musuh, karena Allah adalah Penolongmu dan Dia akan menghukum orang-orang kafir melalui tanganmu.

Namun ketika para prajurit bergegas ke medan perang dan menyaksikan mukjizat ilahi, mereka memperoleh tingkat pengetahuan yang lebih tinggi; oleh karena itu, ungkapan Alquran menjadi lebih dalam dan mengatakan:

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka” (QS. Al-Anfal: 17); Kalian bukan yang membunuh orang-orang kafir, tetapi Allah-lah yang mengatur urusan medan perang dan membinasakan orang-orang kafir.

Oleh karena itu, di awal perjalanan, untuk menyemangati dan membimbing para Mujahidin, beliau menyatakan: Berperanglah, karena Allah akan menolong kalian. Tetapi ketika mereka menerima panggilan Tuhan, ia menjadikan pahala untuk perbuatan baik ini sebagai pencapaian tauhid dalam perbuatan. Pengetahuan tentang Keesaan Perbuatan adalah pahala tertinggi yang diberikan Allah swt kepada pejuang yang teguh. Bahwa Allah adalah pelindung mereka dan Maha Kuasa; bahkan anak panah yang dilepaskan dari busur bukanlah di tangan para Mujahidin, dan Allah Yang Maha Kuasa-lah yang melemparkannya:

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى

“Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar” (QS. Al-Anfal: 17).

3496968

captcha