Menurut Iqna mengutip Al-Wefaq, selama masa berkabung untuk Imam Husein (as), sumber-sumber Bahrain melaporkan bahwa rezim Bahrain telah mencegah penyelenggaraan acara duka Huseini.
Menurut laporan tersebut, rezim Al Khalifa di Bahrain, yang terus melakukan penindasan terhadap kaum Syiah, mencegah warga Kota Hamad untuk berpartisipasi dalam prosesi duka yang diadakan setiap tahun.
Beberapa media juga melaporkan bahwa prosesi duka untuk Hussein telah dilarang untuk hari keempat berturut-turut.
Di sisi lain, para cendekiawan Bahrain memperingatkan dalam sebuah pernyataan kemarin tentang kebijakan yang menargetkan dan membatasi kaum Syiah Bahrain di negara tersebut.
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemerintah Bahrain, dalam langkah yang kejam dan provokatif, telah melarang beberapa pendakwah dari mimbar Husseini dan para pelayat dari kelompok-kelompok yang berduka untuk melaksanakan tugas-tugas keagamaan mereka dalam menghidupkan kembali ritual Husseini, bertepatan dengan dimulainya musim Asyura dan bulan suci Muharram. Langkah ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kebebasan beragama, konstitusi, dan perampasan hak-hak orang beriman untuk menjalankan keyakinan mereka sesuai dengan putusan hukum. (HRY)