Sekjen Asosiasi Internasional Ahlul Bayt mengatakan hal itu di saat wawancara dengan Iqna. beliau juga menyinggung adanya berbagai pandangan hubungan antara Al Quran dengan berbagai ilmu pengetuhuan, dengan mengatakan, bahwa menurut pendapat beliau Al Quran adalah kitab pemberi petunjuk (hidayah) bukan kitab sastra, ilmiah atau lainnya.
Namun -tambah beliau- pada saat yang sama kita harus meyakini, bahwa kitab suci Al Quran merupakan produk besar Tuhan. dan produk tersebut membuktikan keagungan Tuhan dan keagungan ciptaan-Nya.
Saat ini semua pandangan dan teori ilmiah yang duah pasti dan universal pastilah sesuai dengan ajaran Al Quran. karenanya tidak perlu takut untuk membahas masalah ilmiah dan mengaitkannya dengan Al Quran. namun tidak boleh semua masalah dan teori dicari-cari dan dipaksakan dari Al Quran.
Beliau juga menjelaskan, bahwa dalam pembahasan sosial dan kemasyarakatan banyak diantara dasar-dasarnya yang diambil dari Al Quran seperti penguatan kemandirian dan kemampuan masyarakat, manajemen dan hukumpidana dan perdata (qishash). sebagaimana Al Quran juga membawakan kisah tentang Ratu Saba' yang mengandung berbagai pelajaran dan model pemimpin yang patut mendapat perenungan kita.