Iqna: Ayatullah Misykini, ketua Dewan Pakar Republik Islam Iran yang bertugas untuk melakukan kontrol atas kepemimpinan Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran, hari Senin kemarin menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Baqiyyatullah, Tehran.
Biografi singkat dari Imam dan khatib Jumat kota Qom ini adalah sebagai berikut:
Ayatullah Ali Akbar faidh yang kemudian dikenal dengan nama Misykini lahir pada tahun 1300 HS (1921 M) di sebuah desa yang bernama Miskin di sebuah keluarga yang religius dan ulama. Ayahnya salah seorang ulama kharismatik di tengah masyarakat kampungnya.
Pendidikan
Beliau bersama ayahnya hijrah ke kota Najaf dan mulai pendidikan dasar Al Quran di sana, kemudian kembali ke Iran dan belajar ilmu-ilmu dasar agama dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat sesuai dengan wasiatnya beliau belajar ilmu agama di kota Ardabil dan kemudian pindah ke kota Qom.
Pada zaman itu di saat negara dipimpin oleh rezim diktator Pahlevi menjadi santri agama tidaklah mudah, namun beliau tetap gigih hingga menyelesaikan tingkat pendidikan tertinggi Hauzah yaitu Bahtsul Kharij di bawah bimbingan para guru besar Hauzah seperti Ayatullah Burujurdi dan Ayatullah Muhaqqiq Damad serta Imam Khomeini ra.
Beliau memiliki sahabat-sahabat akrab sejak masa belajar hingga hari ini, diantaranya Ayatullah Ibrahim Amini dan Ayatullah Jawadi Amuli.
Aktivitas Keilmuan dan Budaya
Selama bertahun-tahun beliau banyak melakukan kegiatan ilmiah dan budaya. Beliau mendidik para ulama yang hampir semua ulama muda hauzah saat ini adalah murid beliau, baik di tingkat dasar, pertengahan atau kharij. Sebagaimana beliau juga mengajar tafsir dan akhlak bagi murid dan guru-guru hauzah ilmiah Qom.
Selain itu beliau juga aktif menulis buku dan memimpin sebuah penerbitan yang beliau nama Al Hadi. Diantara buku yang beliau tulis dan terbitkan adalah sebagai berikut:
1. Kamus Ilmu Usul Fikih (Ishtilahat Ilmil Usul)
2. Kamus Ilmu Fikih (Mushthalahatul Fiqh)
3. Al Fiqhul Ma’tsur
4. Pelajaran di bidang Akhlak (Durus fil Akhlaq)
5. Perkawinan dalam Islam (Izdiwaj dar Islam)
6. Al manafi’ al ‘Ammah
7. Miftahul Jinan
8. Al Mawaa’idh Al ‘adadiyyah
9. Wajib wa haram ahkam ilzamiy
10. Qisharul jumal (kumpulan hadits-hadits pendek)
11. Terjemah Al Quran dengan Bahasa Persia
12. Al Huda ila Maudhu’aat Nahjul Balaqhah
13. Tafsir Surah Ali Imran
14. Wajibaat Wa Muharramaat
15. Tafsir Surah Shaad
16. Bahts Takaamul az Nazari Quran ( Evolusi dalam Pandangan Al Quran)
17. Maslakunaa fil ‘Aqaid wal Akhlaq wal’Amal
18. Zamiyn wa Onchi Dar On ast
19. Taqliyd Chiyst?
20. Risalah Khumus
Selain itu beliau memiliki banyak makalah ilmiah dalam beberapa majalah dan surat kabar seperti; Nur Ilmi, Posdore Islam, Jumhuri Islami dan . . .
Aktivitas Politik
Beliau juga memegang berbagai posisi penting setelah berdirinya republik Islam Iran, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Anggota Dewan Penyusun Undang-Undang Dasar Iran
2. Ketua Penyelenggara Pemilihan dan Pengangkatan para Hakim sesuai dengan instruksi Imam Khomeini ra.
3. Ketua Dewan Pakar untuk pemimpin spiritual tertinggi Iran
4. Khatib dan Imam Jumat di kota Qom yang diangkat oleh Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei
5. Anggota Asosiasi Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom.
145435