IQNA

Upacara Pemakaman Almarhum Ayatullah Misykni di Tehran

16:10 - August 01, 2007
Berita ID: 1568121
Ayatullah Hasyemi Rafsanjani : Ceramah beliau yang sejak awal hingga akhir merupakan ringkasan dan intisari ayat-ayat Al Quran dan hadis Nabi mengingatkan kita pada Tuhan
Iqna: Jasad suci Almarhum Ayatullah Misykini, Ketua Dewan Pakar Kepemimpinan Spiritual Tertinggi Iran dan ketua Asosiasi Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom diantar oleh ribuan massa yang tenggelam dalam duka dari Unversitas Tehran.

Tampak hadir dalam upacara tersebut beberapa petinggi negara seperti Presiden RII, Mahmud Ahmadi Nejad, Ketua Lembaga Penentu Kebijakana, Ayatullah Hasyemi Rafsanjani, Ketua Lembaga Yudikatif, Ayatullah Sayyid Mahmud Hasyemi Syahrudi, Ketua Parlemen Haddad Adil, Kepala Kantor Imam Ali Khamenei, Syeikh Mohammadi Gulpaygani, sejumah petinggi militer dan tokoh ulama nasional lain seperti Ayatullah Mahdavi Kani, Ayatullah Khaz’Ali dan lain-lain.

Di awal acara Ayatullah Hasyemi memberikan sambutan dengan menyebutkan berbagai bidang dari kehidupan Almarhum serta peran penting yang dimainkan oleh beliau selama hidupnya dalam jabatannya sebagai ketua Dewan Pakar kepemimpinan Spiritual Tertinggi Iran.

Rafsanjani menegaskan, bahwa kehadiran Almarhum dalam Dewan Pakar sejak berdirinya hingga saat ini meninggikan kedudukan dewan tersebut. Begitu pula kehadiran beliau dalam penyusunan Undang-Undang Dasar dan revisinya memberikan ketenangan dan kesejukan pada dewan.

Menurutnya, sebenarnya kita tidak ingin hidup tanpa beliau di dalam dewan, namun takdir Tuhan menghendaki demikian. Semua ucapan beliau dalam setiap sambutan siding merupakan cuplikan ayat dan hadits Nabi yang mengingatkan kita kepada Tuhan, Rafsanjani memberikan kesaksian.

Ayatullah Misykini seorang pribadi yang komprehensif, pejuang yang gigih dan jarang tandingannya di tengah masyarakat, beliau melaksanakan segala sesuatu yang dibutuhkan demi kemenangan dan keberlangsungan revolusi tanpa hiruk-pikuk, tambahnya.

Tegas Hasyimi, siapa yang mengenal dari dekat, pasti akan memahami dengan jelas betapa kita telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan mahal. Selama setengah abad pelajar Hauzah Ilmiah Qom hidup dengan nafas ilahiyyahnya dalam pelajaran irfan dan akhlaknya.

Beliau juga sebagai pejuang yang gigih pada perjuangan sebeum kemenangan revolusi, walaupun harus menanggung berbagai resiko dengan dipenjara atau diasingkan oleh rezim dictator yang lalu.

Pada akhir sambutannya Hasyemi menyampaikan bela sungkawanya dan mengucapkan terima kasih kepada para pecinta beliau yang hadir mengikuti upacara pemakaman yang akan dilanjutkan di kota Qom esok pagi.

149963
captcha