IQNA

Deklarasi Konferensi Internasional ”Persatuan Islam” Ke XXII

11:04 - March 18, 2009
Berita ID: 1757342
Para peserta yang hadir pada konferensi internasional ”Persatuan Islam” ke-22 mengecam segala aksi brutal rezim zionis Israel terhadap warga Palestina.
Iqna melaporkan dari lokasi penyelenggaran konferensi ke-22 di Teheran, dalam deklarasi akhir konferensi ini menegaskan, pentingnya kesadaran Islam guna memerangi segala propaganda musuh dan hendaklah menjauhkan segala bentuk perbedaan yang menyebabkan perbedaan dalam pandangan politik.


Dalam deklarasi konferensi ini, para peserta juga menegaskan bahwa umat Islam menghadapi suatu permasalahan yang besar. Berbagai persoalan ini dalam bentuk pribadi, budaya, dasar-dasar hukum, keberadaan dan pengaruh sebuah peradaban serta persoalan umat dengan keterbelakangan dalam ilmu, ekonomi, keamanan, mengikuti dan keterikatan dengan budaya Barat; yang.menjauhkan semua itu dari Islam. Oleh karena itu, sangatlah disayangkan, jika ada di antara umat Islam yang memaksakan tindakan ekstrimnya, picik pandangan, keterbelakangan dalam berfikir, bodoh dan fanatisme serta memaksakan kehendaknya yang hanya bermanfaat bagi kepentingan pribadi.


Ditegaskan pula, upaya untuk mengembalikan kesadaran umat Islam, memacu semangat menjalankan syariat Islam secara menyeluruh, beraktivitas dalam berbagai proses pendidikan dan pembinaan dalam berbagai bidang menurut dasar-dasar pendidikan Islam dan membentuk satu barisan dalam menghadapi berbagai masalah serta menjalin kebersamaan dan keterikatan antar sesama muslim. Juga melaksanakan aktivitas bersama pada badan-badan konferensi Islam, badan-badan non resmi, dakwah, bantuan, pendidikan dan pembinaan serta informasi, memanfaatkan peluang-peluang badan, ekonomi dan kemampuan-kemampuan keilmuan.


Konferensi ini juga mengecam aksi media-media Barat dan zionis Israel yang menulis pemberitaan yang melecehkan pribadi Rasulullah saw, maka berupaya untuk menperkenalkan pribadi agung Rasulullah, seperti halnya nabi-nabi yang lain, sebagai pemberi hidayah kepada semua manusia. Juga berupaya menyisihkan segala bentuk perbedaan akidah, sejarah dan figh di kalangan muslim yang pada akhirnya akan dimanfaatkan oleh pihak musuh untuk menyebarkan fitnah dan pertikaian.


Pada bagian lain dalam deklarasi konferensi ini, menyerukan persatuan Islam antar kaum muslimin, pendekatan mazhab-mazhab Islam, mewajibkan untuk menghormati para pengikut mazhab Islam, menjauhkan segala bentuk pertentangan akidah, syiar-syiar agama dan figh yang merupakan tugas dari para ulama dan cendikiawan.


Para peserta juga secara tegas mengecam segala aksi brutal Israel atas warga Palestina, menjaga stabilitas nasional, menghormati hak-hak warga sipil dan menjamin tempat-tempat perlindungan mereka serta menuntut aksi kejahatan rezim zionis Israel dibawa ke pengadilan internasional.


Selain itu, para peserta menyatakan, bahwa perlawanan adalah hak suatu bangsa dan memiliki perbedaan arti dengan para penjajah atas nama teroris yang melakukan teror secara pribadi atau kelompok kepada negara-negara lain, yang bertentangan dengan sisi kemanusiaan dan Islam dan membanggakan kemenangan muqawama yang terjadi di Lebanon dan Palestina serta penyelesaian Darful dan perdamaian di Sudan, juga upaya diplomatik yang mengembalikan Umar Basyir dari pengasingan.


Konnfrensi juga menyatakan apresiasi atas bangsa Iran dalam berbagai masalah, disebutkan bahwa upaya bangsa Iran, pejabat tinggi negara ini, dalam melaksanakan syariat Allah dalam kehidupan sehari-hari dan mengecam segala bentuk propaganda yanga menentang sikap tersebut. Mendukung kemajuan yang dicapai bangsa Iran dalam mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan mengecam segala tindakan menghalangi kemajuan ini serta mengajurkan negara-negara lain di dunia Islam untuk memanfaatkan teknologi nuklir tersebut.


Pada akhir Deklarasi ini, Peserta KOnfrensi secara khusus mengungkapkan apresiasi mereka atas Republik Islam Iran dan Ayatullah Ali Khamenei selaku penyelenggara dan tuan rumah pada konferensi ini.


Konferensi internasional ”Wahdah Al-Islamiyah” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW di Teheran ini, telah dimulai sejak Jumat, tanggal 13 Maret dan berakhir tanggal 15 Maret lalu, dan telah dihadiri oleh beberapa ulama dan cendikiawan dari berbagai negara Islam.


378377

captcha