IQNA

Pandangan Politik dan Pemahaman Agama Para Pemuda Jaminan Kemajuan Negara

8:22 - October 29, 2009
Berita ID: 1842469
Imam Ali Khamenei: Pandangan politik dan pemahaman agama yang mengakar di tengah pemikiran para ‎pemuda menunjukkan bahwa gerak langkah generasi muda ini tak bisa dibendung dan akan menjadi garansi kelanggengan gerak maju negara.
Iqna merilis dari situs resmi Imam Ali Khamenei, bahwa hari ini ratusan pemuda dan figur teladan bidang keilmuan, kebudayaan dan sastera hari ini ‎‎(28/10)bertemu dengan ‎Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Al-Udzma Khamenei.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Huseiniyah Imam Khomeini (ra) Tehran tersebut, beberapa orang menyampaikan pandangan ‎mereka tentang berbagai hal diantaranya;‎

‎1. Dirasakan adanya keharusan untuk menyusun pandangan yang jelas terkait masa depan yang dilandasi ‎oleh peradaban Islam-Iran serta penjelasan akan strategi yang seharusnya ditempuh oleh negara untuk ‎mengarahkan usaha dan kinerja kalangan terpelajar dan elit.‎

2. Pengukuhan budaya, serta loyalitas, dan perbaikan kondisi sosial secara lebih mendalam di kalangan ‎teladan.‎

3. ‎Imbauan untuk memberikan perhatian yang penuh kepada inti dan teks rujukan utama agama Islam ‎sebagai sumber inspirasi yang sangat kuat bagi mengembangkan ilmu humanoria di negara ini secara ‎khusus dan dunia secara umum.‎

4. Keharusan untuk memberi perhatian kepada sisi reliji dan agama dalam kegiatan ilmiah dan penelitian.‎

‎5. Kelaziman untuk mendukung dan membantu lembaga-lembaga pengembang sains.‎

6. Usulan untuk membentuk sebuah badan khusus yang bergerak di bidang perumusan kebijakan makro dan ‎jangka panjang di bidang keilmuan.‎

7. Keharusan untuk memperdalam dan meningkatkan pengaruh yang lebih besar pada gerakan kebangkitan ‎perangkat lunak dan produksi ilmu.‎

8. Penyusunan program untuk mengayomi para pengembang ilmu dan penemu sains di pusat-pusat ‎pendidikan tinggi untuk jangka panjang.‎

9. Pemanfaatan segala sarana pendidikan dan tarbiyah untuk mengadakan dan memperkuat semangat ‎berinovasi di tengah masyarakat.‎

10. Kelaziman untuk memperkuat atmosfir kritisi di tengah masyarakat.‎

11. Desakan untuk melakukan tindakan yang terarah dan terprogram dalam upaya melahirkan sebuah ‎perubahan pandangan umum terkait masalah seni.‎

12. Keharusan untuk menggiring masyarakat ke arah moral.‎

Usai mendengarkan pembicaraan sejumlah figur keilmuan, kebudayaan dan sastera, Rahbar atau Pemimpin ‎Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa pertemuan dengan para ‎pemuda teladan selalu berlangsung indah dan melahirkan semangat dan harapan. Beliau mengatakan, "Para ‎pemuda teladan dan terpelajar telah mengkombinasikan keteladanan dengan loyalitas dan rasa tanggung ‎jawab. Sungguh, mereka adalah harapan utama bagi negara ini, dan mereka pulalah yang bakal ‎mewujudkan masa depan yang cerah bagi Iran."‎

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa pandangan dan usulan yang disampaikan para pemuda ‎teladan semakin tahun semakin baik dan kian menunjukkan kematangan mereka. Beliau menandaskan, ‎‎"Fakta ini menunjukkan perhatian serius para pemuda kita kepada masalah-masalah krusial yang terjadi di ‎negara ini, dan ini bukti adanya kemajuan. Para pejabat negara hendaknya memerhatikan hal ini untuk ‎dijadikan acuan dalam menyusun program dan bertindak."‎

Rahbar menyebut perhatian para pemuda teladan tentang gerakan yang harus disesuaikan dengan ‎kebutuhan negara dan bangsa serta penekanan mereka kepada unsur spiritual keagamaan dan sosialisasi ‎akhlak di tengah masyarakat, sebagai hal-hal yang sangat bernilai. Beliau mengatakan, "Mendengar ‎pemaparan masalah-masalah yang sangat penting dan menentukan itu dari lisan para pemuda teladan pasti ‎akan membuat setiap orang yang bijak, obyektif dan loyal merasa yakin bahwa pemerintahan Islam yang ‎suci ini bakal berhasil mewujudkan cita-citanya. Bangsa yang loyalis ini bakal merasakan kemajuan material, ‎spiritual, kelimuan dan akhlak di bawah naungan pemerintahan Islam."‎

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung terkuaknya sejumlah fakta terkait rangkaian kerusuhan pasca ‎pemilu secara perlahan. Beliau menambahkan, "Fakta menunjukkan bahwa berkat resistensinya di hadapan ‎segala bentuk serangan masif yang datang dari berbagai penjuru, baik dalam bentuk tekanan dari adidaya ‎dunia, intimidasi poltiik, maupun propaganda media dalam skala global, pemerintahan Islam telah teruji. ‎Karena itu pemerintahan Islam ini kebal terhadap gangguan yang muncul lewat berbagai peristiwa selama ‎tiga puluh tahun, termasuk rangkaian peristiwa politik yang terjadi baru-baru ini."‎

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyatakan, "Adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa musuh-musuh ‎bangsa Iran selalu menebar makar dan tipu daya." Beliau menggarisbawahi, "Mungkin di dalam negeri ada ‎sebagian orang yang tidak tahu akan modus operandi musuh dalam menebar makar atau tidak menyadarai ‎akan adanya tipu daya, tapi hal itu tak bisa mengubah fakta yang terjadi." ‎

Seraya mengingatkan bahwa aksi saling tuduh hanya akan semakin memperkeruh suasana, beliau ‎mengatakan, "Kebebasan berpikir yang sebenarnya akan terwujud di tengah mahasiswa dengan membuat ‎mimbar ‘pemikiran - politik' dan pengetahuan yang bebas di kampus-kampus seiring dengan pemaparan ‎bahasan-bahasan yang logis untuk para mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kebenaran dan ‎hakikat."‎

Rahbar mengimbau kalangan mahasiswa untuk terjun ke dalam pembahasan yang logis, tak terjebak dalam ‎sorak sorai atau dukungan yang disuarakan pihak musuh, siap mendengar pendapat yang berlawanan, ‎berpikir secara bebas, dan memilah kata-kata serta memilih yang terbaik untuk merengkuh kemajuan yang ‎hakiki. Beliau juga mengimbau para mahasiswa untuk menjadi unsur-unsur hakiki bagi kebebasan. Beliau ‎menandaskan, "Jika apa yang sudah disebutkan tadi tidak terwujud, maka kita harus bersiap-siap menanti ‎munculnya berbagai peristiwa dan pergolakan, sebagaimana berubahnya gejolak sebelum pemilihan umum ‎menjadi isu gesekan setelah pemilu. Keadaan akan semakin kacau ketika tangan-tangan asing ikut ‎bermain."‎

Pemimpin Besar Revolusi Islam mengangkat soal ajang kritik seraya mengatakan, "Radio dan televisi ‎sebenarnya bisa mengekpos seluruh fakta yang terjadi di lapangan dan kemajuan yang tercapai dengan ‎kemasan yang benar. Jika itu dilakukan oleh Radio dan Televisi, maka harapan di hati generasi muda kita ‎akan masa depan yang cerah akan lebih besar. Namun jangan sampai terlupakan bahwa kritik dalam segala ‎hal harus diiringi dengan obyektifitas"‎

Beliau lebih lanjut menyebutkan salah satu bentuk tindakan tidak obyektif yang dilakukan oleh sejumlah ‎media pemberitaan dengan cara merancukan garis batas antara hal yang utama dengan yang parsial. Beliau ‎menjelaskan, "Memang masalah yang parsial bukan selalu tak penting. Namun dalam kasus rangkaian ‎peristiwa pasca pemilu, yang utama dan menjadi masalah yang sebenarnya adalah pemilu itu sendiri dan ‎partisiasi besar masyarakat di dalamnya yang telah memecahkan rekor yang ada selama ini. Sementara hal-‎hal yang lain hanyalah masalah parsial. Sayangnya sebagian kalangan secara tidak adil justeru melakukan ‎tindakan yang bertolak belakang dengan itu."‎

Rahbar menyebut sikap sebagian orang yang mempersoalkan asas pemilu sebagai dosa yang paling besar. ‎Seraya mengkritik ketidakpedulian sebagian kalangan terhadap dosa besar ini, beliau menegaskan, "Sehari ‎setelah berlangsungnya pemilu yang besar itu, segelintir orang tanpa alasan menyebut pemilu sebagai ‎permainan dan dusta. Apakah tindakan seperti itu bisa dikatakan sebagai dosa yang kecil?"‎

Ayatollah Al-Udzma Khamenei mengatakan, "Sikap segelintir orang itu lantas dimanfaatkan secara maksimal ‎oleh musuh. Di dalam negeri, unsur-unsur yang sejak semula tidak sejalan dengan pemerintahan Islam ini ‎lantas terjun ke tengah lapangan setelah menyaksikan unsur-unsur dari dalam sistem ini sendiri tampil ‎sebagai komandan di tengah medan, akibatnya, muncullah rangkaian peristiwa itu."‎

Beliau mengungkapkan bahwa hanya selang beberapa saat setelah pemungutan suara berakhir, unsur-‎unsur asli segera dihubungi dan diingatkan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rahbar ‎menjelaskan, "Pada jam-jam awal setelah pemilu berakhir, saya telah mengirimkan pesan, ‘kalian sedang ‎sibuk melakukan satu hal yang bakal disalahgunakan oleh orang-orang lain. Kalian bakal kehilangan ‎kendali.' Dan apa yang dikhawatirkan pun terjadi. Padahal, mereka yang terlibat dalam arena politik ‎seharusnya bisa bermain cantik layaknya pecatur handal sehingga bisa memperkirakan dan mengkalkulasi ‎apa yang akan terjadi."‎

Mengenai khotbah Jum'at yang beliau sampaikan sepekan setelah pemilu, Rahbar mengatakan, "Pertama ‎yang dilakukan adalah mengirimkan pesan khusus dan nasehat yang semestinya. Tapi ketika tidak berhasil, ‎orang akan terpaksa menyampaikan sejumlah hal secara terbuka."‎

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyinggung sikap sejumlah kalangan yang menentang slogan anti Amerika ‎Serikat dan Israel selama kerusuhan berlangsung. "Apa arti sebenarnya dari penentangan ini?," kata beliau ‎mempertanyakan. Beliau menegaskan bahwa membenturkan rakyat dengan pemerintahan Islam dan ‎negara adalah dosa yang sangat besar, padahal rakyat dengan tulus telah menunjukkan partisipasinya ‎dalam pemilu.‎

Pemimpin Besar Revolusi Islam tidak menafikan kritikan yang dialamatkan kepada beliau. "Saya menerima ‎setiap kritikan yang disampaikan," kata beliau.‎

Di bagian lain pembicaraannya Rahbar mengangkat soal kemajuan yang dicapai Iran dan menyebutnya ‎sebagai hasil dari perencanaan matang di masa lalu dan kerja keras yang terus berlangsung. Beliau ‎mengatakan, "Pandangan politik dan pemahaman agama yang mengakar dalam di tengah pemikiran pada ‎pemuda menunjukkan bahwa gerak langkah generasi muda ini tak bisa dibendung. Fakta yang ‎mengagumkan inilah yang akan menjadi garansi kelanggengan gerak maju negara."‎

Beliau mengingatkan bahwa ilmu dan penelitian adalah kunci kemajuan bagi setiap negara. Musuh telah ‎menyadari fakta ini. Karena itu mereka berusaha keras mengacaukan aktivitas keilmuan. Para pemuda ‎jangan sampai musuh mewujudkan apa yang mereka kehendaki.‎

484873
captcha