IQNA

Tahun 1389 HS adalah Tahun Semangat dan Kerja Berlipat Ganda

8:21 - March 22, 2010
Berita ID: 1899753
Imam Ali Khamenei mengawali detik-detik awal memasuki tahun baru 1389 Hijriyah Syamsiyah menyampaikan selamat dan pesannya serta memberi nama tahun ini sebagai tahun Semangat dan Kerja Berlipat Ganda
Iqna merilis dari situs resmi Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Udhma Imam Ali Khamenei, bahwa beliau, dengan tibanya tahun baru 1389 HS mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran dan menyampaikan pesan berikut ini:

بسم ‏اللَّه ‏الرّحمن ‏الرّحيم‏

يا مقلّب القلوب و الأبصار
Wahai Yang membolak-balikkan hati dan penglihatan!
يا مدبّر اللّيل و النّهار
Wahai Yang mengatur malam dan siang!
يا محوّل الحول و الأحوال
Wahai Yang membuat tahun dan keadaan datang silih berganti!
حوّل حالنا الى احسن الحال
Ubahlah kondisi kami kepada kondisi yang terbaik!

Atas tibanya hari raya Nouruz dan tahun baru yang merupakan awal dari musim semi dan kembalinya kehidupan ke alam ini, saya ucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran yang mulia baik yang ada di negeri yang membentang luas ini maupun kepada mereka yang berada di berbagai penjuru dunia yang berharap bisa kembali ke tanah airnya; terlebih kepada para pemuda dan kepada mereka yang telah mempersembahkan pengorbanan besar demi tegaknya cita-cita luhur revolusi dan negeri ini; mereka inilah yang telah mengorban jiwa raga dan menghadiahkan jiwa para pemudanya untuk revolusi dan kebesaran negeri.

Saya ucapkan selamat kepada keluarga para syuhada yang mulia, kepada para cacat perang dan keluarga mereka yang tulus dalam pengorbanan, kepada mereka yang berjuang demi kehormatan negeri mereka. Salam sejahtera atas arwah pemimpin besar kita Imam Khomeini (ra) yang memimpin gerakan agung rakyat ini sehingga berhasil menghadiahkan kemajuan dan kebesaran bagi Iran sebagai negara Islam.

Hari raya Nouruz adalah awal dari sebuah pertumbuhan. Sebagaimana pertumbuhan ini nyata sekali terlihat di alam, ia juga dapat terjelma di dalam hati, jiwa dan gerakan kita ke arah kemajuan. Sekilas kita lihat kembali apa yang telah kita capai di tahun 1388 hijri syamsi yang baru saja berlalu. Jika saya hendak menyifati tahun 1388 dalam sebuah ungkapan singkat maka saya akan menyebutnya sebagai tahun bagi bangsa Iran, tahun kebesaran dan kemenangan rakyat Iran, tahun partisipasi bangsa Iran yang historis dan menentukan di semua arena revolusi kita yang agung ini dan berhubungan langsung dengan nasib negara kita.

Masih di permulaan tahun 1388, rakyat terlibat secara langsung dan dengan animo tinggi dalam pemilihan umum. Partisipasi sebesar ini belum pernah ada tandingannya dalam sejarah revolusi kita -bahkan dalam sejarah negeri kita yang panjang-. Pemilu ini adalah puncak dari partisipasi rakyat Iran. Selama beberapa bulan setelah pemilu, rakyat kita saat menghadapi sebuah ujian yang sangat besar telah menunjukkan partisipasi, tekad, resistensi, kegigihan dan kearifannya lewat sebuah gerakan mega kolosal yang sangat menentukan.

Dalam menganalisa rangkaian peristiwa yang terjadi selama beberapa bulan pasca pemilu, kita katakan bahwa setelah berlalunya 30 tahun dari revolusi, musuh negara dan musuh pemerintahan Republik Islam mengerahkan segenap daya, upaya dan tenaganya untuk melumpuhkan revolusi ini dari dalam. Namun dalam menghadapi makar yang besar dan permusuhan ini, rakyat Iran berhasil mengalahkan musuh berkat kecerdasan, kearifan, tekad, dan resistensi yang tiada tara. Apa yang terjadi selama delapan bulan sejak pemilu sampai peringatan kemenangan revolusi Islam 22 Bahman (11 Februari) adalah pengalaman yang sangat berharga dan penuh pelajaran. Semua itu menorehkan kebanggaan untuk bangsa Iran.

Bukan hanya rakyat Iran yang benar-benar sukses melewati tahun 1388, para pejabat negara pun juga telah menunjukkan pengabdian dan kerja keras yang patut diapresiasi dan dipuji. Setiap orang yang obyektif pasti merasa wajib memberikan penghargaan atas jerih payah dan kerja keras yang telah dilakukan untuk membangun dan memajukan negara di berbagai bidang. Di bidang keilmuan, industri, aktivitas kemasyarakatan, kebijakan luar negeri dan berbagai bidang lainnya, para pejabat negara telah melakukan banyak pekerjaan besar. Semoga Allah memberikan pahala berlipat kepada mereka dan menganugerahkan taufik lebih besar untuk meraih kemajuan.

Membandingkan kondisi yang ada di negara dan potensi yang terpendam dan dimiliki oleh negeri dan bangsa ini, tentu akan membuat kita berkesimpulan bahwa apa yang telah kita raih dan lakukan, serta apa yang telah dilakukan oleh para pejabat negara dan rakyat ini masih belum seberapa dibanding potensi besar yang dimiliki negeri dan bangsa ini untuk meraih kemajuan dan menegakkan keadilan. Karena itu, kerja keras yang kita lakukan di masa lalu harus lebih ditingkatkan. Semua orang harus memandang hal ini sebagai tugas masing-masing.

Doa yang kita baca di saat pergantian tahun mengandung frase yang menarik.

حوّل حالنا الى احسن الحال
Ubahlah kondisi kami kepada kondisi yang terbaik!

Dalam doa ini kita tidak diajarkan untuk meminta hari yang baik dan kondisi yang baik dari Allah, tapi yang diminta adalah kondisi yang terbaik, hari yang terbaik, dan keadaan yang terbaik. Seorang insan muslim harus memiliki jiwa seperti ini, yakni mengupayakan yang terbaik dalam semua hal.

Supaya kita bisa melaksanakan apa yang diajarkan kepada kita dalam doa ini -dan memang itu adalah kewajiban kita-; supaya kita bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan negara dan potensi yang ada di negeri ini, kita perlu melipatgandakan keuletan dan kerja keras. Untuk itu saya menamakan tahun ini dengan nama tahun ‘Melipatkangandakan Keuletan dan Pekerjaan'.

Semoga di semua bidang, ekonomi, budaya, politik, pembangunan, sosial dan bidang-bidang lainnya para pejabat negara bersama dengan rakyat yang terhormat bergerak dengan langkah yang lebih besar, keuletan ganda, dan kerja keras yang berlipat untuk menembus jalan yang belum pernah kita lalui sehingga membawa kita lebih dekat ke tujuan yang agung, insya Allah. Kita memerlukan keuletan ganda dan negara kita memerlukan pekerjaan yang berlipat.

Kita harus berserah diri kepada Allah Swt dan memohon bantuan dariNya. Kita harus sadar bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Musuh-musuh kita menolak keilmuan dan keimanan masyarakat kita. Karena itu kita harus melipatgandakan ilmu dan iman kita. Insya Allah jalan-jalan akan terbuka dan segala rintangan akan menjadi tak berarti. Pertolongan dan bantuan Allah akan selalu menyertai dan mengayomi bangsa, negara dan para pejabat kita.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sumber: http://indonesian.khamenei.ir

554741
captcha