IQNA merilis dari situs resmi Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran, Imam Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan pemuda dan aktivis Basij Pembangunan (Relawan Pembangunan) pada tanggal 22 September yang lalu menyebutkan hal itu dan menambahkan, bahwa ‘cinta dan iman' serta ‘kearifan dan ketekunan' sebagai faktor yang melahirkan gerakan besar bangsa Iran serta ‘ruh dan esensi' dari gerakan Basij Pembangunan.
Beliau juga mengatakan, "Masyarakat di manapun dengan modal yang besar ini pasti mampu menundukkan puncak kemuliaan dan kebesaran. Tempat yang sangat membanggakan itu pasti akan dicapai bangsa Iran yang mulia."
Imam dalam pertemuan itu menilai tenaga muda, semangat, optimisme dan keimanan para pemuda di lembaga Basij Pembangunan sebagai modal bagi harga diri Iran dan sejarah. Kepada ratusan ribu pemuda Basij Pembangunan yang tersebar di seluruh penjuru negeri beliau menekankan, "Anak-anakku yang tercinta! Semua orang yang bijak pasti akan kagum dan memuji menyaksikan kalian yang melewatkan masa muda dengan cara seperti ini dan menghabiskan masa muda yang sangat berharga ini di jalan pengabdian kepada Islam, revolusi Islam dan masyarakat."
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung kondisi para pemuda di negara-negara Barat yang masuk dalam jebakan depresi, pesimisme, mimpi dan ketidakjelasan tujuan hidup. Beliau mengatakan, "Pemuda-pemuda mukmin, berpotensi, giat dan berkomitmen tinggi yang mendapat anugerah pemberian Allah berupa kenikmatan dan kemampuan untuk mengabdi harus menyadari dan menghargai semangatnya yang membara dan orientasinya yang benar. Sementara para pejabat dan pengelola negara juga harus menghargai khazanah kekayaan berlimpah dan gerakan yang agung ini."
Beliau mengingatkan kembali instruksi Imam Khomeini (ra) untuk membentuk Lembaga Jihad Pembangunan karena menyaksikan gerakan spontan dari para pemuda, mahasiswa dan pelajar untuk mengabdi kepada masyarakat lemah. Rahbar menambahkan, "Gerakan yang muncul dari dalam lingkungan muda ini terulang kembali sepuluh tahun lalu dan menjadi alasan bagi keluarnya instruksi pembentukan lembaga Basij Pembangunan pada tahun 1379 HS (2000 Masehi). Hal itu sekaligus menonjolkan fakta bahwa pekerjaan yang muncul dari tengah rakyat bisa dan harus mengilhami tindakan para pejabat negara."
Beliau selanjutnya menyebut ‘cinta, keimanan, kearifan dan ketekunan' sebagai empat faktor yang menjadi esensi dan ruh Basij Pembangunan. "Faktor-faktor yang melahirkan gerakan dan kemajuan ini adalah hadiah yang diberikan revolusi Islam dan Imam Khomeini (ra) kepada bangsa Iran. Keberlanjutan adanya faktor-faktor tersebut dalam tiga dekade terakhir telah memperkokoh, memperindang dan menumbuhkan buah-buah segar dari syajarah thayyibah (pohon baik) revolusi Islam," imbuh beliau.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa loyalitas yang teguh kepada Imam Khomeini (ra), keimanan yang kokoh, afeksi yang penuh gelora dan kearifan mendalam yang ada di tengah para pemuda negeri ini adalah bukti yang jelas bahwa gerakan revolusi ini akan terus berlanjut.
Seraya menyinggung klaim sejumlah kalangan yang menyebut revolusi Islam telah berakhir dan Imam Khomeini telah dilupakan, beliau menandaskan, "Mereka yang sejak awal tidak mesti menaruh permusuhan terhadap revolusi telah tergoda oleh gemerlap materi yang hina dan kepentingan pribadi. Mereka telah termakan rayuan kekuasaan. Petaka yang berat ini telah membuat diri mereka kosong dan telah menggerogoti mereka. Karena itu mereka lantas beranggapan bahwa revolusi sudah berakhir, padahal anggapan semacam ini tak lebih dari mimpi di siang bolong."
Beliau melanjutkan, "Berpisahnya sejumlah unsur dari revolusi yang mungkin akan terulang lagi di masa mendatang tidak akan mempengaruhi bangsa ini. Rakyat akan terus melangkah maju melanjutkan perjalanannya."
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut pengabdian materi dan spiritual kepada jutaan orang di seluruh penjuru negeri sebagai berkah dari pembentukan lembaga Basij Pembangunan. "Kehadiran para pemuda mukmin yang taat beragama di berbagai daerah dan kawasan pedesaan yang tertinggal merupakan manifestasi dari ajaran ayat al-Qur'an dan ajakan nyata kepada masyarakat untuk memegang teguh Islam dan revolusi," kata beliau.
Menurut beliau, aktivitas di lembaga Basij Pembangunan adalah peluang untuk mengaktualisasi potensi para pemuda, kesempatan untuk menimba pengalaman, menyentuh kehidupan secara nyata, melenyapkan sekatan sosial, serta menciptakan rasa cinta dan kesenangan untuk mengabdi di dalam jiwa dan ruh pada pemuda.
Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Para pemuda relawan Basij Pembangunan adalah para duta ‘kerja, usaha, pengabdian dan perjuangan' di berbagai daerah yang tertinggal di negeri ini. Keuntungan besar yang didapat dari gerakan ini membuktikan bahwa jaringan gerakan Basij Pembangunan harus dijaga dan diperkokoh."
Menyinggung permulaan tahun ajaran baru bagi para pemuda, beliau mengimbau mereka untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha keras untuk sampai puncak keilmuan. "Ikut serta dalam langkah indah pengabdian kepada masyarakat di saat-saat luang dari kegiatan belajar akan menyempurnakan gerakan ini," imbuh beliau.
Di bagian lain pembicaraannya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyatakan bahwa bangsa Iran yang besar saat ini tengah melintasi sebuah tikungan berbahaya di perjalanan sejarah. Beliau menandaskan, "Dalam rentang waktu tiga puluh tahun yang lalu banyak titik berbahaya dan menentukan telah berhasil kita lalui. Akan tetapi lintasan di titik sejarah yang sangat menentukan saat ini belum sepenuhnya terlampaui. Bangsa dan para pejabat negara ini akan terus melangkah dengan penuh kewaspadaan, kebijaksanaan, kearifan, dan kekompakan."
Menurut beliau, bangsa Iran telah mengangkat panji kebebasan dan kesejahteraan bagi umat Islam. Seraya menyinggung permusuhan kaum arogan dan ambisius dunia terhadap bangsa Iran, beliau menjelaskan, "Musuh sengaja mengesankan bahwa sasaran mereka adalah Iran. Padahal yang menjadi target mereka adalah Islam dan al-Qur'an. Sebab, mereka menyadari bahwa motor penggerak kemajuan, kelestarian dan kemuliaan bangsa Iran adalah agama Islam yang terang, spiritualitas dan al-Qur'an."
Ayatollah al-Udzma Khamenei lebih lanjut menyatakan bahwa ketekunan, kearifan dan kemampuan bangsa Iran saat ini berkali lipat lebih besar dibanding kondisi di masa-masa awal revolusi. Beliau menegaskan, "Sebagai bangsa yang berada di front terdepan umat Islam menghadapi kubu arogansi dunia, bangsa Iran tidak akan goyah atau mundur. Bangsa ini bahkan akan melangkah lebih cepat dan dengan gerakan yang lebih solid dengan semangat revolusi Islam."
Rahbar mengingatkan kembali partisipasi para pemuda yang sangat menentukan di berbagai bidang keilmuan dan teknologi seperti di bidang energi nuklir, sel induk dan teknologi nano. "Para pemuda yang tidak menyaksikan era kemenangan revolusi Islam, masa Imam Khomeini dan perang pertahanan suci saat ini bersama lapisan masyarakat yang lain memainkan peran yang sangat aktif di berbagai medan. Selain berpartisipasi lewat berbagai aktivitas pembangunan, mereka juga ikut menciptakan momen bersejarah di hari 9 Dey 1388 HS, 22 Bahman dan pentas pemilihan umum. Dengan partisipasi itu, mereka telah mengubah pentas politik menjadi medan pentas kearifan, kegigihan dan semangat," tegas beliau.
Hal itu menurut beliau adalah bukti kegagalan musuh dalam upayanya melemahkan semangat revolusi Islam dan menggiring bangsa ini untuk melupakan Imam Khomeini (ra). "Mereka yang dulu mengumbar kata bahwa revolusi bangsa Iran ini akan hancur dalam hitungan tiga hari, satu minggu atau paling lama dua bulan, sekarang tidak lagi mengucapkan kata-kata kosong itu. Ini menandakan bahwa mereka sudah semakin lemah sementara bangsa Iran kian solid dan kuat," kata beliau.
Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar mengenang tanggal 31 Shahrivar sebagai hari dimulainya Perang yang dipaksakan terhadap bangsa Iran. Dalam perang itu ribuan pemuda terlibat secara aktif dalam gerakan relawan pembangunan. Seraya menyinggung bantuan logistik, finansial, politik dan media dari kubu arogansi dunia kepada rezim Baath Irak pimpinan Saddam Hossein selama perang delapan tahun, beliau mengatakan, "Saddam yang diajukan oleh kubu arogansi dunia untuk melawan Imam Khomeini, revolusi Islam dan bangsa Iran akhirnya mati secara hina, sementara revolusi Islam, bangsa Iran dan Imam Khomeini semakin solid dan hidup dari waktu ke waktu. Pengalaman ini bisa terulang lagi."
Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan bahwa nasib yang dialami Saddam tengah menanti musuh-musuh bangsa Muslim Iran saat ini dan di masa mendatang. "Tak diragukan bahwa gerakan bangsa Iran akan semakin kokoh dan solid seiring dengan kian lemah dan hancurnya musuh-musuh bangsa ini. Bangsa Iran terus melangkah dan akan sampai ke puncak kemajuan dan kebanggaan," ungkap beliau.
Di awal pertemuan itu, Komandan Lembaga Basij Mustadhafin (Basij Kaum Lemah) Bapak Naqdi menjelaskan partisipasi luas para pemuda dalam berbagai program pelatihan Jihad. "Dalam sepuluh tahun terakhir, jutaan orang di daerah tertinggal dan wilayah pedesaan secara langsung telah menyaksikan pengabdian pembangunan, kesehatan, kesejahteraan dan pelatihan relawan Basij Pembangunan. Metode pembangunan rakyat ini bisa menjadi model baru bagi program pembangunan," katanya.
Seraya menyinggung lompatan besar dalam kinerja Basij Pembangunan di bawah pemerintahan kabinet kesembilan dan kesepuluh serta dukungan besar Presiden Ahmadinejad dan para gubernur kepada program Basij Pembangunan, Naqdi menambahkan, "Dengan kerja para relawan yang tanpa pamrih serta dukungan besar dari pemerintah akan banyak target yang dicanangkan dalam program pembangunan kelima yang bisa terlampaui, seperti pemberantasan buta huruf dan sejumlah penyakit, pemeliharaan hutan, pengairan serta pelaksanaan berbagai program pembangunan."
Dalam pertemuan itu, Ahmadi, salah seorang aktivitas pelatihan jihad pembangunan membacakan sebuah teks yang penuh ungkapan semangat dan ketulusan para pemuda yang ikut dalam program Basij Pembangunan. "Berkat tekad para pemuda yang mukmin, panji Jihad dan Pembangunan yang penuh kebanggaan akan tetap berkibar di seluruh penjuru negeri ini," katanya.
661632