IQNA melaporkan, Ayatollah Ahmad Jannati, Sekretaris Dewan Garda Revolusi pada Jumat kemarin, 18 Maret pada khotbah pertama shalat Jumat di Teheran menyinggung persoalan perang atas nama Allah dan perbedaan dengan perang-perang atas nama selain-Nya, mengatakan, “Lebih dari seratus ayat dari Al-Qur'an telah membahas masalah jihad dan ini merupakan jawaban atas mereka yang menyakini bahwa agama terpisah dengan politik.”
Seraya mengisyaratkan sifat-sifat dominan pada diri manusia, beliau berkata, “Allah tidak menghendaki terjadinya kebatilan dan pembunuhan di permukaan bumi. Adapun sifat-sifat manusia yang mengarah kepada kejahatan, akan menyebabkan terjadinya konflik dan peperangan, hingga tersebarnya kebatilan di permukaan bumi.”
Jannati menandaskan, Islam mencegah kemungkaran dan memulai dengan bimbingan kepada pribadi dan masyarakat, disertai dengan petunjuk, hidayah dan nasihat. Namun, sebagaimana terdapat di dalam Quran dan sejarah disebutkan bahwa mereka tidak dapat menerima kebaikan dan mengapa mereka terkontaminasi dengan kemungkaran dan keburukan dan menciptakan berbagai masalah di masyarakat.
Sekretaris Dewan Garda Revolusi menambahkan, masalah perintah untuk melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai kendali bagi manusia. Namun, hal ini tidak akan mempengaruhi, yang mana terdapat tahap-tahap tertentu pada tingkat pelanggaran.
Dia menunjuk hukum komunitas yang berbeda, ia berkata, “Di berbagai belahan dunia untuk melawan kemungkaran dan pelanggaran terhadap hukum dan jika seorang melanggar hukum tersebut, maka ia akan ditindak sesuai dengan hukum tersebut.”
Jannati menyatakan bahwa perintah untuk melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran dan bahasa kebaikan untuk musuh, tidaklah sesuai dengan senjata dan pedang, namun tidak tak terelakkan lagi menggunakan senjata untuk menghadapi musuh-musuh tersebut.
Sekretaris Dewan Garda Revolusi mengisyaratkan ayat pertama tentang jihad dalam Quran dan berkata: "Ayat pertama dalam suarat al-Hajj tentang jihad menunjukkan perang memiliki aspek defensif untuk membela mereka yang teraniaya dan mencegah kezaliman dan Allah juga berjanji bahwa Allah akan memberikan pertolongan atas orang-orang ynag berihad, hingga mereka akan memperoleh kemenangan.
Jannati untuk mennyatakan masalah ini bahwa perang di jalan Allah yang berhadapan dengan musuh-musuh-Nya dan menambahkan, “Peperangan dalam Islam adalah perang kebenaran terhadap kebatilan; musuh-musuh Islam berpikir bahwa mereka telah berhadapan dengan kaum muslim, namun tidak menyadari bahwa bahwa Allah memberikan kemenangan bagi kaum yang dikehendaki-Nya.”
Beliau menyatakan tujuan jihad untuk pembentukan pemerintahan Allah dan berkata: “Pemerintahan ini terutama untuk berinteraksi dengan para hamba-Nya untuk memenuhi filosofi penciptaan, tujuan lain atas pembentukan pemerintahan Islam adalah agar masyarkat saling berinteraksi satu sama lain, mengatasi persoalan dan membantu kehidupan warga miskin.”
Mengacu pada perbedaan antara peperangan Ilahi dengan peperangan lainnya, peperangan atas nama selain-Nya tidak mengangkat persoalan antara benar dan salah atau antara benar dan salah dalam perang tersebut tidak dibahas, namun hanya mengangkat isu-isu kemampuan dan kekuasaan.
Sekretaris Dewan Garda Revolusi juga mengatakan tentang perlunya jihad, juga mengatakan, “Jika jihad tidak diperlukan, maka Allah juga memberikan harapan kemenangan bagi para pelaku zalim dan kesempatan mereka terbuka lebar untuk memenuhi bumi ini dengan kebatilan. Karena itu, jihad untuk mereformasi masyarakat dan untuk mencegah tindakan-tindakan yang mengarah pada keburukan atau kebatilan.”
765511