IQNA mengutip dari surat kabar Al Intiqod yang terbit di Lebanon, bahwa kelompok gerakan Hamas dalam pernyataan resminya menegaskan hal itu dan menambahkan, bahwa apa yang mereka lakukan juga menguak jati diri mereka sebagai pengecut yang melakukan tindakan kejahatan ekstrimes kepada salah satu rumah Allah.
Dalam pernyataan itu Hamas juga menegaskan, bahwa apa yang mereka lakukan bertentangan dengan ajaran agama manapun dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Hamas juga menambahkan, bahwa berbagai tindakan yang menunjukkan kecendrungan ke arah islamfobia tidak akan menghasilkan apapun kecuali semakin kuatnya rakyat Palestina untuk komitemen pada ajaran agamanya dan semakin kuat semangat mereka untuk membela ajaran agamanya.
Pada saat yang sama Hamas juga menuntut dari UNESCO dan OKI untuk melakukan sesuatu demi memelihara kesucian agama, kesucian tempat-tempat sucinya serta simbol-simbolnya.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah sekelompok ekstrimis zionis (dua hari yang lalu) melakukan pembakaran pada sebuah mesjid di malam hari yang mengakibatkan sebagian besar dari bangunan mesjid itu rusak dan sejumlah Al Quran juga ikut menjadi korban pembakaran.
Mesjid yang menjadi sasaran tindakan anarkisme dan terorisme ini adalah mesjid Nur yang terletak di wilayah jajahan 1948.
873138