IQNA

Rakyat Iran Akan Meneruskan Langkah-Langkah Membanggakan

4:30 - October 20, 2011
Berita ID: 2208321
Imam Ali Khamenei: Demi mewujudkan masyarakat Islami yang menegakkan keadilan dan nilai-nilai kerakyatan yang sejati Rakyat Iran akan meneruskan langkah-langkah membanggakannya dengan penuh kekuatan dan tidak akan berhenti di tengah jalan.
IQNA merilis dari situs resmi Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, bahwa beliau kemarin (19/10) menyampaikan hal itu di hari kedelapan kunjungan ke provinsi Kermanshah dalam acara pertemuan akbar dengan warga kota Kangavar.

Dalam pembicaraannya Rahbar menyinggung keberhasilan yang dicapai Iran dalam tiga dekade terakhir seraya mengatakan, bangsa Iran yang dengan bangga dan tegar berhasil melewati masa-masa sulit dalam perjalanan yang dipilihnya kini siap untuk menyukseskan tahap-tahap berikutnya dengan persatuan, optimisme dan keteguhan.

Beliau menambahkan, ketika satu bangsa telah mulai melangkah di suatu jalan, maka keberhasilannya di jalan ini memerlukan keuletan, langkah maju, tidak berhenti di jalan dan tidak puas dengan apa yang sudah dicapai di tengah jalan.

Seraya menekankan akan resistensi nasional dan kesinambungan gerakan umum bangsa Iran, beliau menyebut merasa puas dengan keberhasilan yang dicapai di tengah jalan di satu sisi dan pesimis terhadap target akhir yang dicita-citakan di sisi lain adalah dua petaka besar yang bisa menghentikan gerak langkah di jalan ini.

"Bangsa Iran tidak akan berhenti di tengah jalan kemajuan, ketinggian dan kebanggaan. Dengan mematuhi perintah Allah Yang Maha Pemurah dalam kutab suci al-Qur'an, bangsa ini akan terus melangkah dengan mantap untuk mencapai tujuannya membentuk masyarakat Islam yang adil, cekatan, pandai dan demokratis dalam makna yang sesungguhnya," kata beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyatakan bahwa kekompakan bangsa merupakan syarat untuk terus menerus meraih kesuksesan bagi negara.

Beliau menandaskan, "Dengan berbagai cara termasuk dengan merusak citra, musuh berusaha mengganggu benteng yang kokoh dan gerakan rakyat yang berkesinambungan ini."

Mengenai kegeraman Amerika Serikat (AS) terhadap bangsa Iran, Ayatollah al-Udzma Khamenei menyinggung pengakuan para petinggi AS tentang pengaruh besar pemerintahan Islam di Iran dalam menggagalkan agenda kebijakan dan konspirasi AS khususnya di kawasan Timur Tengah.

Beliau mengungkapkan, "Setan-setan itu tahu bahwa mata bangsa-bangsa di kawasan telah terbuka dan menatap negara kita. Karena itu, musuh mengerahkan seluruh sarana dan cara untuk mencegah Iran menjadi teladan bagi gerakan agung kebangkitan Islam, dan jangan sampai khittah resistensi bangsa Iran memengaruhi bangsa-bangsa lain."

Musuh, kata beliau, terus berupaya memburukkan citra Iran dengan cara membesar-besarkan sisi kelemahan dan mengecilkan kemajuan yang dicapai bangsa ini.

Menyinggung kebijakan rezim Thaghut Pahlevi yang patuh kepad titah AS dan Inggris, Rahbar menjelaskan, "Musuh tersiksa menyaksikan Iran yang berkat cahaya revolusi Islam berubah dari negara yang patuh kepada mereka menjadi negara yang siap melawan kaum arogan dan dengan terhormat dan bebas tampil menentang kecongkakan dan kediktatoran."

883158
captcha