Seorang Imam Masjid kota Semey, Kazakhstan, saat diliput televisi 31 menyatakan kecamannya terhadap aksi penghinaan sebuah perusahaan minuman keras yang mencantumkan lafadz Allah di atas botol produknya.
"Ditulisnya lafaz Allah di atas minuman keras yang jelas-jelas diharamkan oleh Agama Islam adalah suatu bentuk penghinaan." Demikian katanya.
Menyusul protes imam jama'ah ternama itu, masyarakat mulai merazia produk Geom tersebut dari toko-toko.
65 persen penduduk Kazakhstan adalah umat Islam, dan diberitakan perkembangan Islam tahun ini lebih pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Umat Islam Kazakhstan kebanyakan bermadzhab Suni. Meski mayoritas penduduk negara itu adalah Islam, namun tidak terlihat aturan resmi pelarangan produksi minuman keras di sana. (Times Live)
983602