IQNA

The Independent:

Al-Quran Tidak Mendukung Aksi-aksi Kelompok Teroris

14:27 - February 04, 2016
Berita ID: 3470126
IRAN (IQNA) - Kelompok dengan istilah Jihad menganggap dirinya sebagai pembela Islam sejati dan mengklaim dapat menjustifikasi beberapa masalah seperti serangan Paris, London dan New York dengan tafsir ayat Al-Quran, sementara mayoritas muslim mengutuk kejahatan para teroris tersebut.

Menurut laporan IQNA, harian Britania The Independent menulis, kelompok dengan istilah Jihad, yang terdiri dari para ekstremis dari pelbagai kelompok, baik Salafi, Wahabi, Alqaeda, Taliban, ISIS dan selainnya menganggap dirinya sebagai pembela sejati Islam dan mengklaim dapat menjustifikasi beberapa masalah seperti serangan Paris, London dan New York dengan tafsir ayat Al-Quran, sementara mayoritas muslim mengutuk kejahatan para teroris tersebut.

Bagi para non muslim, bisa menjadi sangat sukar untuk memahami kondisi-kondisi seperti ini. Pihak mana yang mengatakan tentang kebenaran? Apakah Islam adalah sebuah agama yang berbahaya?

Di sini dipaparkan beberapa dalil, kenapa Al-Quran tidak mendukung aksi-aksi kelompok teroris.

Sejatinya, Allah mengizinkan kepada muslim untuk berperang dengan syarat-syarat dan dengan adanya kondisi-kondisi sukar yang telah ditentukan untuk hal ini, dengan kata lain para Jihadis ini sama sekali tidak mengikuti syarat-syarat tersebut.

Sebagian syarat dan intruksi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama-tama, muslim tidak diizinkan untuk memulai perang. Mereka hanya dapat membela dirinya. Allah mengizinkan umat Islam untuk berperang ketika mereka diusir dari rumah dan tanahnya oleh para penyerang. Demikian juga jika masyarakat tak berdosa mendapat serangan dan meminta bantuan kepada umat Islam.

Bahkan Al-Quran juga teleh menentukan batasan dan kerangka-kerangkanya untuk peperangan tersebut. Pertama jika musuh merekomendasikan perdamaian, umat muslim harus menghentikan pertempuran secepatnya. Kedua, umat Islam tidak diperbolehkan untuk melanggar keadilan Ilahi, "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. Dengan demikian, perang yang tak terbatas dan akhir zaman seperti ISIS benar-benar tidak Islami. Ketiga, kaum muslimin berkewajiban untuk menghormati para tawanan perang, bukan memenggal kepala mereka; sebagaimana yang baru-baru saja terlihat dalam video-video propaganda mengerikan ISIS.

Demikian juga, kaum muslim tidak dapat menyimpan para tawanan, memenjara dan menggunakannya sebagai pasukan masa depan. Dan terakhir, para penganut Islam tidak diperbolehkan untuk mengembankan ideologi agamanya kepada para musuhnya.

Menurut Al-Quran, teroris yang bernama Jihadi telah melanggar salah satu norma-norma terpenting tentang komunikasi dengan bangsa-bangsa lain. Al-Quran mengatakan, kaum muslimin tidak seharusnya memusuhi orang-orang yang tidak memerangi mereka dan menegaskan bahwa mereka harus memiliki hubungan timbal balik dengan selainnya. Dengan demikian, sangat jelas bahwa Al-Quran tidak menjauhkan umat Islam dari kasih sayang dan keadilan.

Izin peperangan dalam Al-Quran hanya disyaratkan untuk pembelaan dan peresponan. Pengikut sejati Al-Quran tidak memiliki izin untuk memulai perang, dan bahkan dalam peperangan pembelaan juga tidak diperbolehkan untuk membunuh manusia-manusia tak berdosa. Ini adalah agama Islam yang diikuti oleh mayoritas muslim; Dan pada dasarnya adalah petunjuk untuk kehidupan perdamaian di samping agama dan bangsa-bangsa lain.

http://iqna.ir/fa/news/3472179

captcha