IQNA

15:13 - December 10, 2017
Berita ID: 3471774
PAKISTAN (IQNA) - Sejumlah ulama Syiah dan Sunni Pakistan di Quetta mengecam agenda Zionis Trump dalam pemindahan kedutaan Amerika ke Quds.

Menurut laporan IQNA dari Pakistan, konferensi Sirah Nabi bertepatan dengan Pekan Persatuan dan maulid Rasulullah saw diselenggarakan di press club quetta, kota Quetta, Pakistan.

Muhammad Rafi’i, Konsul Iran di Quetta, Koresh Aqdai, Ketua Rumah Budaya Iran di Quetta, Jum’at Asadi, ketua universitas al-Shadiq, dan Sayyid Hashim Musawi, imam Jum’at komunitas Syiah hadir dalam konferensi tersebut.

Maulana Abdul Haq Hashmi, emir jamaah Islam Balaochistan, Abdurrahim Rahimi, khotib Masjid, Abdul Quddus Sasoli, Sekjen populasi ulama Islam Balochistan, Anwar ul-Haq Haqani, imam Jum’at Ahlusunnah masjid jami’ Quetta, Shadi Zai, anggota utama partai jamaah Islam Balochistan, Mufti Sanzar Said dan sejumlah ulama dan tokoh kebudayaan dan agama Quetta termasuk para hadirin dalam konferensi ini.

Para partisipan mengumumkan kemurkaan atas keputusan terbaru presiden Amerika yang meresmikan Yerusalem sebagai ibukota rezim penjajah Quds dan menganggap keputusan tersebut tak ubahnya mencaplok kawasan-kawasan Palestina.

Para hadirin meminta seluruh manusia dunia agar tidak diam dan tidak bungkam terhadap tindakan anti Islami ini dan berbicara dengan tema perangai dan sirah Rasulullah saw.

Persatuan; Kebutuhan Terkini Umat Muslim

Shadi Zai anggota utama partai jamaah Islam Balochistan dalam acara ini mengatakan, di dunia saat ini, kita membutuhkan persatuan dan empati melebihi masa-masa lainnya, namun sebagian pemerintah Islam, dengan mengundang orang-orang asing dan perpecahan, mereka memisah-misah sejumlah negara.

“Kewajiban umat Islam agar berupaya semaksimal mungkin merubah perpecahan dan perpisahan menjadi persatuan dan solidaritas,” imbuhnya.

Anwar ul-Haq Haqani, imam jamaah Ahlusunnah masjid jami’ Quetta juga mengatakan, kewajiban ulama dimana mengarahkan masyarakat Islam semaksimal mungkin menuju persatuan dan empati dan jika kita tidak saling berkerjasama di depan perpecahan dan para musuh, maka mereka akan menguasai umat muslim.

Anwarul Quddus Sasoli, Sekjen populasi ulama Islam Balochistan juga dalam pidatonya mengungkapkan, selazimnya kita menambah persatuan dan interakasi kita di depan konspirasi musuh dan bekerja sesuai dengan tuntutan-tuntutan zaman.

Ia melanjutkan, kodisi terkini populasi Islam hasil dari perbuatan-perbuatan kita sendiri; sementara mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah saw dapat menyelesaikan dan menguraikan problem-problem umat Islam.

Demikian juga, Muhammad Rafi’i, Konsul Iran di Quetta menjelaskan, berdasarkan ide imam Khomeini (ra), Pekan Persatuan didirikan dan tujuannya adalah menciptakan persatuan dalam dunia Islam.

Ia melanjutkan, penjajahan dunia dengan menciptakan peperangan-peperangan berdarah di kalangan umat Islam dan sejumlah kelompok seperti ISIS dan pembunuhan masyarakat oleh mereka senantiasa dalam rangka menguasai dan membuat perpecahan di negara-negara Islam; namun dengan kecerdasan umat muslim, tidak ada yang diperoleh musuh kecuali hanya kegagalan semata.

Rafi’i dengan mengecam langkah Trump tentang Yerusalem mengatakan, sekarang ini Islam teraniaya dan agama suci Rasulullah (saw) diambang bahaya, karenanya solusinya adalah persatuan dan integritas dunia Islam di bawah panji Islam.
 
http://iqna.ir/fa/news/3670650
 
 
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\