IQNA

7:22 - August 16, 2018
Berita ID: 3472421
MESIR (IQNA) - Analis politik percaya bahwa pertemuan mendadak Raja Salman dan as-Sisi di Neom Arab Saudi lebih dari sekedar kunjungan diplomatik dan menjalankan kesepakatan abad dan keamanan Israel, krisis Yaman dan menempatkan orang-orang Palestina di Sinai Mesir termasuk masalah di balik layar pertemuan tersebut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Arab 21, para pengamat dan analis politik percaya bahwa kunjungan mendadak Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi dengan Raja Salman, raja Arab Saudi, di kota Neom, di barat laut Arab Saudi, lebih dari sekedar statemen yang dikeluarkan oleh presiden Mesir.

Para analis politik dengan mengeluarkan statemen dalam hal ini menegaskan, sesuai dengan situasi politik saat ini, kunjungan ini lebih dari sekadar mengkaji hubungan antara kedua negara dan membahas masalah ini, terutama karena diharapkan kedua belah pihak akan sepakat dengan dua masalah penting. Pertama, bantuan Mesir untuk mempromosikan daerah Neom sebagai kawasan pariwisata pertama terhadap pasokan minyak Arab Saudi dan kedua pelaksanaan kesepakatan abad dan menjamin kepentingan Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Israel.

Lebih lanjut, statemen tersebut menuturkan, kedua perjanjian dimunculkan di samping pembahasan dan perdebatan sehubungan dengan situasi terkini di kawasan dan masalah umum serta hubungan bilateral antara kedua negara.

Dalam hal ini, Mahmoud Zavavi, seorang profesor universitas dan analis politik terkemuka berbahasa Arab mengatakan, Proyek Neom memiliki dua tujuan utama. Pertama, merubah identitas Arab Saudi sebagai negara dengan identitas Islam konservatif dan mengubahnya menjadi tujuan wisata global dan kedua, afirmasi atas proses perdamaian dan mengakhiri konflik dengan Israel.

Demikian juga, ia menambahkan bahwa tiga negara mitra dalam proyek ini, Mesir, Arab Saudi dan seluruh Yordania tidak akan benar-benar memasuki perang terhadap Israel, karena proyek ini termasuk jaminan keamanan Israel.

Demikian juga, menurut wartawan Mesir, Abdul Hameed Qutb, bahwa kunjungan itu lebih dari sekedar mengkaji hubungan bilateral. "Menurut saya, kunjungan Salman dan as-Sisi ke Neom dilakukan untuk mengkaji masalah Yaman, terutama kunjungan itu terjadi setelah kunjungan Abd Rabbuh Mansour Hadi, ke Kairo.

Dia menganggap masalah kesepakatan abad dan kesinambungan bantuan minyak Arab ke Mesir termasuk topik lain yang diangkat dalam pertemuan bilateral ini.

Dalam pertemuan as-Sisi dan Raja Salman, yang dilakukan secara mendadak pada Senin (14/8), putra mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman dan kepala intelijen Mesir, Jenderal Abbas, hadir.

As-Sisi adalah pemimpin Arab pertama yang mengunjungi barat laut Sa'ada dan tiga negara Arab Saudi, Mesir dan Yordania sejak peluncuran proyek Neom pada bulan Oktober 2017.

Proyek kota Neom dipaparkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi saat ini, Muhammad bin Salman, dan pemerintah Saudi menilai itu sebagai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri pariwisata domestik dan bagian dari langkah Arab Saudi menuju globalisasi.

Kawasan wisata ini mencakup area seluas lebih dari 26.500 kilometer persegi dan terletak di daerah perbatasan dengan Mesir dan Yordania.

 

http://iqna.ir/fa/news/3738662

 

 

Kunci-kunci: Mesir ، Arab Saudi ، Pertemuan Mendadak ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\