IQNA

19:51 - October 14, 2019
Berita ID: 3473516
HONG KONG (IQNA) - Komisi Kesempatan Merata (EOC) Hong Kong meminta pengunjuk rasa anti-pemerintah untuk menghormati nilai-nilai Muslim.

Menurut laporan IQNA dilansir dari www.nst.com, Ketua Komisi Kesempatan Merata Hong Kong, Ricky Chu Man-kin meminta para demonstran anti-pemerintah agar lebih peka terhadap budaya minoritas dalam protes mereka.

Dia mengatakan sejumlah Muslim di negara itu telah menyatakan keprihatinan atas penistaan terhadap kesucian Islam dalam demo-demo negara ini.

Baru-baru ini, selama protes anti-pemerintah Hong Kong, kalimat "Allahu Akbar" yang tertulis di beberapa jalan dalam tulisan Arab, dimana alasan penulisan dan para pelakunya sampai saat ini belum diketahui.

Chu Man-kin mengatakan: “Anda tidak dapat menulis kata-kata ini di dinding atau di jalan-jalan karena bisa jadi kalimat ini menistakan kesucian Islam.”

"Mereka yang datang kepadanya mengeluh dikarenakan tidak menghormati kepercayaan mereka," katanya.

Diperkirakan antara dua hingga tiga ribu Muslim tinggal di Hong Kong. Banyak dari mereka adalah imigran dari negara-negara seperti Pakistan, India, Malaysia dan Indonesia, dan populasi Muslim keturunan China sekitar 40.000 orang.

Hong Kong memiliki lima masjid permanen dan satu masjid sementara. Demikian juga ada puluhan sekolah Islam di seluruh Hong Kong.

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\