IQNA

9:27 - December 08, 2019
Berita ID: 3473688
PAKISTAN (IQNA) - Pesiden Pakistan mengatakan: “Bangladesh, seperti negara kami, telah menyatakan keprihatinannya atas undang-undang baru kewarganegaraan India, yang berpengaruh pada umat Muslim negara ini.”

Menurut laporan IQNA dilansir dari Dawn, Presiden Pakistan, Arif Alvi mengatakan bahwa tidak hanya Pakistan tetapi juga Bangladesh prihatin dengan situasi umat Islam di India yang didiskriminasi setelah amandemen baru-baru ini dalam undang-undang kewarganegaraan terkait tahun 1955 India.

Dalam pertemuan dengan sebuah delegasi politik dari Arab Saudi yang dipimpin oleh Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Sheikh pada hari Jumat, Alvi mengatakan "Saya baru-baru ini berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina Wazed. Dia prihatin dengan nasib umat Islam di Bihar, India, dan takut akan masuknya imigran ke negaranya.

Dalam pertemuan tersebut, Alvi mengatakan bahwa perdana menteri Bangladesh takut jika pemerintah India mengambil tindakan terhadap kaum Muslim Bihar, mereka akan mencoba berimigrasi ke Bangladesh.

Kabinet India mengesahkan RUU pada pekan lalu yang akan memberikan kewarganegaraan India kepada minoritas mazhab tertentu, kecuali Muslim. RUU tersebut, yang merupakan amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan tahun 1955 dan harus disetujui oleh parlemen, mengharuskan umat Islam di beberapa bagian India untuk memberikan bukti kewarganegaraan India kakek mereka, termasuk dokumen sipil.

 

https://iqna.ir/fa/news/3862183

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\