IQNA

8:59 - December 21, 2019
Berita ID: 3473751
MALAYSIA (IQNA) - Presiden Iran dan Turki pada Jumat bertemu di sela-sela pertemuan para pemimpin negara-negara Islam di Kuala Lumpur, dan menekankan perlunya kerjasama dan solidaritas lebih dengan negara-negara Islam.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Alam, dalam pertemuan itu, Hujjatul Islam wal Muslimin Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan membahas masalah regional, dan khususnya proses perkembangan di Suriah, dengan penekanan pada kerjasama kedua negara.

Rouhani dengan mengungkapkan keprihatinan atas berlanjutnya kehadiran Amerika Serikat di Suriah dan upaya untuk mengendalikan sumur minyaknya menyerukan kerjasama lebih antara Iran dan Turki dengan pemerintah Suriah.

Presiden juga meminta pemerintah Suriah untuk bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk mengusir kelompok-kelompok teroris dari kota Idlib dan untuk membawa perdamaian bagi rakyat kota ini.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Iran dan Turki juga menekankan perkembangan terbaru dalam hubungan bilateral antara kedua negara, dan menekankan pengembangan dan pendalaman hubungan-hubungan ini di semua bidang, terutama energi, transportasi, industri, perdagangan dan perbankan.

Kedua utusan khusus itu diharapkan akan menindaklanjuti dan menjalankan kesimpulan dari pertemuan tersebut dan persetujuan Komisi Ekonomi Bersama kedua negara dalam komite khusus dalam waktu dekat.

Demikian juga, dewan Koordinasi Tertinggi, yang diketuai oleh presiden kedua negara dan anggota kedua pemerintah, juga dijadwalkan bertemu di Teheran pada awal-awal tahun depan.

Menurut laporan tersebut, Presiden Iran, selama pertemuannya dengan Emir Qatar, menekankan pengembangan dan pendalaman hubungan di semua bidang.

Pertemuan dimulai kemarin pagi dengan kehadiran presiden Iran dan Turki, Perdana Menteri Malaysia dan Emir Qatar dan ratusan elit dan tokoh negara Islam di pusat konferensi internasional Malaysia.

https://iqna.ir/fa/news/3865327

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\