IQNA

Kenangan Hujjatul Islam Nourollahian saat Wawancara dengan IQNA:
14:19 - December 23, 2019
Berita ID: 3473765
IRAN (IQNA) - Mantan kepala organisasi hauzah dan perguruan tinggi di luar negeri dengan mengisyaratkan berbagai kegiatan sekolah-sekolah ini, yang sekarang aktif dengan nama Jamiah al-Mustafa (saw) di berbagai negara di dunia, mengatakan: “Kami membawa filsafat Islam Allamah Tabatabai dan Mulla Sadra Shirazi ke Asia Timur, dimana kami mengajarkannya dengan bahasa Inggris untuk tingkat pascasarjana dan untuk pelajaran ini diselenggarakan ujian formal.”

Menurut laporan IQNA, salah satu pilar keberhasilan dalam jalur apa pun adalah pendidikan, pelatihan dan tarbiah. Di semua agama, para nabi melakukan upaya besar untuk mengajarkan dengan benar prinsip-prinsip agama Ilahi dan menanggung banyak kesulitan di jalan ini.

Salah satu cara pendidikan adalah mendirikan sekolah yang dapat digunakan untuk tujuan budaya ini dan menikmati manfaat dari sistem pendidikan yang diharapkan.

Republik Islam Iran, setelah kemenangan revolusi untuk memberikan informasi akurat kepada dunia tentang agama Islam, telah melakukan banyak upaya untuk mengambil manfaat dari kehadiran orang-orang berpengetahuan tentang masalah-masalah agama, termasuk pendirian sekolah dan hauzah di berbagai negara. Kini, sekolah-sekolah ini beroperasi di berbagai wilayah di dunia dengan nama Jamiah al-Mustafa (saw).

Kami berbicara dengan Mohammad Reza Nourollahian, mantan kepala hauzah dan perkuliahan di Luar Negeri yang sekarang menjadi Penasihat Senior untuk Kepala Perpustakaan Nasional dan Organisasi Dokumen Iran, tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk membangun dan mengembangkan hauzah dan sekolah di luar Iran, yang teksnya adalah sebagai berikut:

IQNA: Apakah pemerintah yang bertanggung jawab di berbagai negara menentang pendirian sekolah-sekolah tinggi Iran dan di negara mana Anda mendirikan perguruan tinggi ini?

Sudah sewajarnya jika masing-masing negara memiliki aturan tersendiri dan bahwa setiap orang harus mematuhi undang-undang tersebut agar dapat bekerja di negara tersebut. Setiap negara memiliki seperangkat aturan sendiri tentang perizinan, baik dalam pendidikan dan budaya, kepada orang-orang yang bukan warga negara dari negara itu, dan hukumnya harus dihormati.

Dari Publikasi Filsafat Islam di Asia Timur sampai Pendirian Perguruan Tinggi Sukses di London

Namun, ketika sekolah dilisensikan dalam kerangka kerja resmi, maka tidak akan ada masalah dan tidak ada hambatan besar untuk mendapatkan lisensi tersebut. Ada banyak propaganda tentang sekolah kami di negara-negara lain. Di Iran juga, kita memiliki latar belakang sejarah pendirian sekolah-sekolah seperti ini dari negara-negara lain yang mana pada dekade 20 dan setelahnya, sekolah-sekolah dari Amerika didirikan di negara kita.

Organisasi dan sekolah hauzah di luar negeri telah aktif di negara-negara Francophone (negara-negara berbahasa Prancis) dan telah mendirikan banyak cabang. Kami meluncurkan universitas terbaik di Prancis dan Inggris di negara-negara berbahasa Perancis. Perguruan tinggi ini didasarkan pada prinsip dan hukum negara yang bersangkutan dan sedang mengembangkan kurikulum mereka sendiri, tetapi apa yang membuat kami lebih sukses adalah mengikuti standar ilmiah dan etika di pusat-pusat ini.

IQNA: Mengingat Anda telah aktif di banyak negara, dan di negara mana Anda pernah aktif, negara mana yang paling menyambut perkuliahan? Tolong beritahu kami tentang efektivitas sekolah tinggi yang didirikan?

Hal ini berbeda di pelbagai negara dan tidak dapat disamakan. Bosnia dan Herzegovina adalah salah satu negara di mana sekolah tinggi kami disambut dengan sangat baik. Kami juga memiliki lembaga ilmiah dan pendidikan di Hamburg yang memiliki hasil ilmiah yang sangat baik dan telah mengirimkan banyak lulusan ke komunitas Jerman.

Dari Publikasi Filsafat Islam di Asia Timur sampai Pendirian Perguruan Tinggi Sukses di London

Perguruan tinggi London mungkin lebih sukses daripada semua universitas karena universitas itu mematuhi standar sains tertinggi. Perguruan tinggi itu pada waktu itu dijalankan oleh almarhum Ja'far Alam dan Hujjatul Islam Saeed Bahmanpour, dan para cendekiawan dari beragam budaya menyambut baik sistem pendidikan kampus tersebut.

Hal yang sama berlaku di Afrika Barat. Kami memiliki berbagai disiplin ilmu di universitas. Misalnya, di Kongo, di mana diajarkan pembahasan dengan bahasa Prancis diajarkan. Di Ghana, kami memiliki Universitas Islam di mana pengajarannya dalam bahasa Inggris.

Namun kami belum berhasil di Malaysia dan ibukotanya, Kuala Lumpur, tetapi di Indonesia kami telah berhasil dan sekolah kami telah berubah menjadi fenomena. Dalam hal ini, kami telah membawa filsafat Islam Allamah Tabatabai dan Mulla Sadra Shirazi di jantung Asia Timur, yang diajarkan dalam bahasa Inggris di tingkat pascasarjana dari berbagai universitas dan diselenggarakan ujian formal untuk pelajaran ini.

Dari Publikasi Filsafat Islam di Asia Timur sampai Pendirian Perguruan Tinggi Sukses di London

Kami juga sangat sukses di Sekolah Tinggi Rasul Akram saw di Moskow. Pada saat ISIS meluncurkan kegiatan anti-budaya di Chechnya, institut kami di sekolah tinggi Rasul Akram begitu bersinar sehingga Rusia memberi tahu kami bahwa Anda ada di sini untuk melakukan aktivitas seperti itu sehingga Arab Saudi tidak datang ke sini.

Kinerja-kinerja kami di Institut Moskow sangat efektif sehingga bahkan pemerintah Rusia mengirim pesan kepada duta besar Iran di Moskow yang mengizinkan kami pergi ke Chechnya dan bekerja di sana, dimana itu adalah tempat yang sangat fanatik.

 

https://iqna.ir/fa/news/3864692

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\