IQNA

8:06 - January 28, 2020
Berita ID: 3473882
CINA (IQNA) - Ratusan orang Uighur Cina tinggal di Arab Saudi, dimana dengan dekatnya hubungan Cina dan Riyadh, telah menghadapi banyak masalah dan khawatir tentang masa depan mereka.

Menurut laporan IQNA dilansir dari www.dawn.com, seorang mahasiswa Uighur yang belajar di Arab Saudi memegang paspor Cina dengan mata berkaca-kaca, yang masa berlakunya telah lama berakhir. Ia yang prihatin dengan hubungan dekat Saudi-Cina, tidak memiliki harapan untuk masa depannya.

Kedutaan Cina di Arab Saudi telah menangguhkan paspor mereka selama lebih dari dua tahun sebagai bagian dari kebijakan tekanan pada berbagai negara untuk memaksa warga Uighur kembali ke Cina.

Lusinan keluarga Uighur tinggal di Arab Saudi yang paspornya habis atau hampir habis dan takut kembali ke Cina.

Seorang mahasiwa ilmu agama yang belajar di Madinah dan paspornya telah habis pada tahun 2018 mengatakan bahkan hewan di beberapa negara memiliki paspor.

“Mereka harus memperpanjang paspor saya atau mengizinkan saya untuk membatalkan kewarganegaraan Cina saya. Mereka berperilaku sedemikian rupa yang membuat kita merasa tidak berharga,” imbuhnya.

Tahun lalu, sekelompok mahasiswa Uighur dalam sebuah surat kepada Konsulat Cina di Jeddah bertanya mengapa paspor orang-orang Han diperpanjang, tetapi permintaan perpanjangan paspor Uighur ditolak? Kami belum bisa menghubungi orang tua kami selama dua tahun. Kami telah mendengar bahwa mereka telah dipenjara karena kami belajar di Arab Saudi.

Putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman mengatakan tahun lalu Arab Saudi mendukung hak Cina untuk menghadapi ekstremisme dan terorisme. Sebaliknya, Cina mendukung Arab Saudi dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang mengetahui skandal Bin Salman dan menghadapi kecaman internasional.

Sebagian besar warga Uighur yang tinggal di Arab Saudi adalah pelajar, pengusaha, atau pencari suaka. Aktivis hak asasi manusia mengatakan sekitar satu juta Muslim Uighur telah ditahan di kamp-kamp Xinjiang sejak tahun 2017.

 

https://iqna.ir/fa/news/3874268

Kunci-kunci: Cina ، Warga Uighur ، Arab Saudi ، Prihatin
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\