IQNA

8:05 - March 30, 2020
Berita ID: 3474081
TEHERAN (IQNA) - Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar Mesir dengan mengeluarkan sebuah pernyataan memberikan respon terhadap publikasi tafsir salah tentang ayat Alquran yang dikaitkan dengan fenomena corona.

Situs Youm7 melaporkan, Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar dengan mengeluarkan sebuah pernyataan memberikan respon terhadap publikasi salah tafsir ayat-ayat Alquran, dengan mengatakan: “Apa yang baru-baru ini dipublikasikan di sosial media terkait hubungan corona dengan ayat Alquran adalah persepsi keliru dan tafsir bi ra’yi kalam wahyu Ilahi serta pemarapan deskripsi keliru dari surah al-Muddassir.”

Demikian juga Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar dengan mengisyaratkan bahwa penafsiran ayat di atas tidak ada hubungannya dengan penyebaran virus covid-19, menekankan: penisbatan dalil-dalil salah pada ayat-ayat Alquran serta mengetengahkan tafsir dan dalil-dalil tak berasas dan kosong dari ilmu adalah haram, karena tafsir semacam ini adalah tafsir bi ra’yi, dusta dan mengada-ada pada Zat suci Ilahi. Sebagaimana hal ini juga telah diperingatkan dalam Alquran, dimana Allah swt telah berfirman, “Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-A’raf: 33) dan juga “Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung” (QS. Yunus 69).

Al-Azhar dengan menekankan martabat tinggi ilmu tafsir yang hanya dapat diungkapkan oleh para ahli tafsir dan ulama Alquran kepada publik berdasarkan dokumen dan bukti-bukti Alquran dan ilmu hadis, mengingatkan opini publik untuk berbagi rumor dan kepalsuan tentang Alquran di dunia maya, dan menegaskan bahwa dengan melihat ayat Alquran “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2), tindakan ini adalah tindakan asusila publikasi dusta dan kebohongan serta berlindung pada kejahatan, dosa dan maksiat.

Perlu dicatat bahwa pengguna Mesir dalam beberapa hari terakhir telah memposting tentang ayat 8 surah al-Muddassir Faidza Nuqira fi an-Naquur  “Apabila ditiup sangkakala” (apabila ditiup sangkakala dan orang-orang mati dihidupkan) mengklaim bahwa lafaz Naquur setara dengan corona dan mengisyaratkan bencana langit gempa dan gunung berapi di era sekarang ini. (hry)

 

3887970

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\