IQNA

13:15 - July 11, 2020
Berita ID: 3474389
TEHERAN (IQNA) - Sejak Januari 2019, empat pelapor khusus PBB telah meminta pemerintah India untuk menyelidiki penyiksaan dan pembunuhan beberapa Muslim.

Daily Times melaporkan, setelah publikasi laporan tentang kesinambungan memburuknya situasi hak asasi manusia di Kashmir, sebuah laporan yang berisi dokumen tentang penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, perlakuan buruk dan pelanggaran hak-hak minoritas dikirim ke Pemerintah India pada 4 Mei. Dalam laporan tersebut, yang diterbitkan di situs web Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OCHCR), menyatakan bahwa organisasi tersebut sangat prihatin dengan pelanggaran hak asasi manusia di bidang ini.

Pihak berwenang meminta New Delhi untuk melakukan penyelidikan yang tidak memihak terhadap semua tuduhan pembunuhan sewenang-wenang, penyiksaan dan perlakuan buruk, serta untuk menuntut para tersangka.

“Kami prihatin dengan tuduhan penggunaan tindakan-tindakan yang berlebihan, penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya yang diduga terjadi selama penangkapan dan penahanan orang-orang ini,” kata para pelapor.

Laporan tersebut dengan mengutip lusinan kasus penyiksaan selama penahanan, menyebutkan tampaknya didasarkan pada etnis dan identitas agama. Selain itu, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya telah menewaskan sedikitnya empat kasus.

Di antaranya adalah kematian guru 29 tahun Rizwan Pandit, yang meninggal pada 19 Maret tahun lalu di tahanan polisi. Menurut laporan awal otopsi Pandit, ia meninggal karena pendarahan karena beberapa luka. Dikatakan ia memiliki tanda-tanda penyiksaan di tubuhnya, tetapi laporan otopsi tidak pernah dirilis.

Para pejabat PBB mengatakan New Delhi tidak menanggapi laporan ini yang diprediksikan untuk periode 60 hari dan tidak mendapatkan jawaban dua laporan sebelumnya yang dikirimkan kepada pemerintah India pada 16 Agustus 2019 dan 27 Februari 2020. (hry)

 

3909666

Kunci-kunci: PBB ، India ، Meneliti ، Pembunuhan Muslim
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\