IQNA

Respon Muslim India atas Penistaan Kesucian Alquran di Poster Netflix

10:40 - August 09, 2021
Berita ID: 3475603
TEHERAN (IQNA) - Muslim India telah memprotes keras keberadaan ayat-ayat Alquran dalam poster serial baru film tersebut dengan trending tagar boikot Netflix.

IQNA melaporkan seperti dilansir globalvillagespace.com, Netflix meluncurkan seri barunya yang disebut Navarasa pada hari Jumat, 6 Agustus. Segera setelah serial tersebut ditayangkan, tagar boikot Netflix, #BanNetflix menjadi viral di Twitter ketika organisasi Islam di India mengumumkan bahwa poster tersebut berisi teks dari ayat-ayat Alquran dan tidak boleh dipublikasikan di surat kabar atau poster.

Organisasi Islam Raza Academy di India menuduh Netflix menerbitkan poster serial yang berisi ayat-ayat Alquran di surat kabar lokal Tamil, yang menyakiti perasaan umat Islam dan menghina kitab suci mereka.

Oleh karena itu, tagar #BanNetflix menjadi populer di Twitter, dan banyak orang meminta perusahaan untuk tidak menggunakan agama dan kitab suci untuk tujuan hiburan.

Navarasa adalah serial Tamil-India yang diproduksi oleh Mani Ratnam untuk menggalang dana bagi pekerja harian yang terkena Covid-19 di bawah naungan Asosiasi Pembuat Film India Selatan (FEFSI). Ide utama dari proyek ini adalah untuk menyajikan cerita yang berbeda tentang masalah sosial melalui 9 film pendek.

Poster tersebut terkait dengan bagian dari seri ini yang disebut Inmai, yang berarti ketakutan. Ada sedikit informasi tentang cerita film tersebut, sehingga tidak mungkin untuk mengatakan untuk tujuan apa poster ini dibuat.

Ini bukan pertama kalinya Netflix dikritik karena menampilkan citra palsu Muslim dalam produknya. Penggambaran keliru tentang perempuan Muslim, yang menggambarkan mereka sebagai tertindas dan ingin meninggalkan agama mereka, telah menyebabkan rasa tidak hormat dan ketidaknyamanan bagi umat Islam.

Misalnya, dalam serial Netflix Elite, karakter utama Nadia adalah seorang gadis Muslim berjilbab yang jatuh cinta dengan seorang anak laki-laki Spanyol dan kemudian memutuskan untuk melepas jilbabnya dan bergabung dengannya dengan harapan kebebasan.

Film Netflix Casts lainnya juga menampilkan seorang gadis Prancis-Senegal berusia 11 tahun bernama Amy, yang mencoba memberontak melawan keluarga Muslim tradisionalnya. Menyusul perilisan poster awal film tersebut, protes serupa meletus, dengan terkumpul sekitar 295.000 tanda tangan menuntut penghapusan poster film tersebut, yang menunjukkan gadis-gadis di bawah umur dalam kondisi buruk. Netflix terpaksa meminta maaf dan mengganti poster filmnya.

Selain itu, citra palsu dan kekerasan Muslim sebagai teroris banyak terlihat dalam produksi perusahaan, misalnya dalam serial seperti Bodyguard. (hry)

 

3989025

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* :